RagamSulut.co.id – Anthonius Mangolo Ayah dari mendiang Evia Maria Mangolo ungkap perilaku aneh anaknya, yaitu tidak pernah lagi menjawab telepon kita di hubungi sebelum meninggal dunia.
Diketahui, Jenazah Evia Maria Mangolo mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) dimakamkan di kampung halamannya Kelurahan Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, Minggu (4/1/2026).
Diketahui, Evia Maria Mangolo ditemukan tewas di kamar kostnya di Kelurahan Kaaten, Kota Tomohon, pada 29 Desember 2025. Hasil olah TKP Polres Tomohon, dirinya ditemukan gantung diri hingga tewas.
Terkait dengan kejadian ini, Anthonius Mangolo Ayah dari Evia, mengaku ada suatu perilaku yang aneh pada anaknya.
Hal ini disampaikan Anthonius Mangolo saat akan melakukan Otopsi anaknya pada 31 Desember 2025 di RS Bhayangkara Manado.
“Rencananya Evia akan pulang kampung di Pulau Siau namun entah kenapa dirinya lebih memilih tinggal di Kost di Tomohon,”ungkap Anthonius.
Melihat kejanggalan tersebut, Anthonius berusaha menghubungi anaknya lewat Handphone namun tidak pernah dijawab.
“Kejadian itu sekitar awal Desember 2025, dan tidak pernah berkomunikasi lagi,”bebernya.
Kemudian pada 29 Desember 2025, keluarga menerima kabar yang sangat memilukan hati, Evia Maria ditemukan tewas di kamar kostnya.
“Saya menyesalkan Evia tidak pernah bicara kepada kami. Anak itu memang suka pikul beban sendiri. Seharusnya dia berbagi beban dengan kami orang tuanya,”kata Anthonius.
Menurutnya, Evia akan menjalani Ujian Proposal pada 6 Januari 2026, Anthonius bahkan sempat memberikan semangat dan motivasi untuk anaknya.
“Sebelum putus komunikasi, saya mengirim foto uang agar dia tidak perlu khawatir dan bersemangat mengikuti ujian proposal,”terang Anthonius.
Dia mengaku kaget ternyata kasus dugaan pelecehan telah banyak memakan korban lainnya.
“Setelah ini terjadi pada Evia, baru kasus ini mencuat kepermukaan,”tuturnya.
Dia menjelaskan, alasan pihak keluarga melakukan otopsi anaknya di RS Bhayangkara Manado, karena pihak keluarga melihat ada kejanggalan yang terjadi pada tubuh anaknya.
“Kami hanya mencari kebenaran dan keadilan,”tutup Anthonius.(Ikel)











