Berita

Semarak Festival Figura 2026, di GMIM Yarden Dendengan Dalam

×

Semarak Festival Figura 2026, di GMIM Yarden Dendengan Dalam

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Ratusan warga GMIM Yarden Dendengan Dalam tumpah ruah dalam Festival Figura “Yarden Karnaval Cheers and Serve”, Sabtu (31/1/2026).

Karnaval ini menjadi puncak Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Kunci Taong) Jemaat GMIM Yarden Dendengan Dalam, Kota Manado.

Ratusan jemaat tampil heboh dengan busana berbagai profesi dan budaya—mulai dari dokter, pegawai kantoran, anak sekolah, nelayan, hingga pakaian adat Nusantara.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Yarden, Dendengan Dalam, Kota Manado, Pdt Thomas Renata Ticonuwu, STh, menjelaskan festival ini biasa dinamakan “Kunci Taong” untuk menutup rangkaian kegiatan Perayaan Natal 2025 dan mengawali Tahun Baru 2026.

“Panitia Hari-Hari Raya Gerejawi GMIM Yarden Dendengan Dalam, Kota Manado, melaksanakan Karnaval atau biasa dikenal dengan Festival Figura,”ungkap Ticonuwu.

Lanjutnya, acara ini merupakan kegiatan awal dari Panitia HHRG GMIM Yarden Dendengan Dalam, yang kemudian akan diikuti kegiatan-kegiatan selanjutnya.

“Dengan adanya Karnaval ini, dapat mempererat hubungan antara Jemaat disini karena semua diawali dengan sukacita bersama,”ucapnya.

Dia juga mengatakan, besar harapan jemaat di tahun 2026 menjadi tahun sukacita dan rahmat Tuhan yang terus mengalir bagi kita semua.

“Saya melihat semua jemaat yang mengikuti Karnaval begitu senang dan antusias,”harap Ticonuwu.

Ketua BPMJ juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia HHRG 2026 GMIM Yarden Dendengan Dalam, yang sudah bekerja keras demi terlaksananya festival Figura ini.

“Saya juga berharap lewat kegiatan ini, jemaat mampu meningkatkan iman dan kasih sukacita yang akan mewarnai kehidupan kita semua,”tambah Ticonuwu.

Dia menambahkan, Festival Figura ini setiap tahun dilaksanakan dan busana yang dipakai jemaat mencerminkan budaya, etnik dan profesi.

“Kami melarang laki-laki memakai baju perempuan juga sebaliknya karena kami berada koridor etika sebagai jemaat dan gereja,”tandas Ticonuwu.(Ikel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *