RagamSulut.co.id – Upaya memperkuat pembinaan generasi muda di tengah derasnya arus informasi di era digital terus dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sulut menggelar forum diskusi yang melibatkan siswa-siswi, komunitas keagamaan, serta lingkungan kampus di Manado, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Manado Monica Tambajong, influencer dan public speaker Lingkan Rumambi, Wakatim Resmob Polda Sulut Andros Hinur, serta Pembina Pramuka Sulawesi Utara Debryanto Kavin Sampul.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber memaparkan berbagai materi penting yang relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Di antaranya pembahasan mengenai radikalisme dan intoleransi, bahaya bullying serta maraknya praktik judi online yang dinilai semakin mengancam kalangan remaja.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai peran gerakan Pramuka dalam mengatasi kenakalan remaja di lingkungan sekolah, serta sesi inspirasi yang mendorong generasi muda untuk lebih percaya diri, kreatif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sulut Kombes Pol Rio Alexander Panelewen menegaskan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang dialog dan diskusi bersama kelompok masyarakat.
“Hal ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di era digital,”ujar Rio.
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa sebagian generasi muda saat ini masih dihadapkan pada berbagai persoalan serius, seperti penyalahgunaan narkoba, bullying, judi online, kejahatan jalanan hingga sikap intoleransi.
“Bahkan muncul pula pengaruh ideologi ekstrem seperti paham Neo-Nazi yang sangat berbahaya bagi persatuan masyarakat,”bebernya.
Karena itu, pembentukan karakter generasi muda dinilai menjadi hal yang sangat penting. Karakter tersebut tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan komunitas.
“Generasi muda diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme, kecerdasan, serta nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari,”tutur Rio.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan saling mendukung.
“Pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Dengan pendidikan yang baik, generasi muda diharapkan lebih matang dalam melihat persoalan serta memiliki kemampuan untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat,”tandas Rio.(Ikel)











