Berita

Gubernur Yulius Selvanus Bongkar Carut Marut Museum Negeri Sulut: Viral Akan Dijual hingga Dana Transfer Belum Dipertanggungjawabkan

×

Gubernur Yulius Selvanus Bongkar Carut Marut Museum Negeri Sulut: Viral Akan Dijual hingga Dana Transfer Belum Dipertanggungjawabkan

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengungkap berbagai persoalan yang sempat membelit Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, mulai dari isu viral “akan dijual”, kondisi bangunan yang memprihatinkan, hingga dana transfer dari Kementerian Kebudayaan yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu disampaikan Yulius Selvanus saat Launching Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Jumat (22/5/2026).

Yulius mengaku persoalan museum sudah langsung menjadi perhatian bahkan sebelum dirinya resmi dilantik sebagai gubernur. Ia menceritakan pada 19 Maret 2025 dirinya mendapat telepon langsung dari Fadli Zon terkait kabar museum yang disebut akan dijual dan viral di media sosial.

“Tanggal 19 Maret 2025 saya ditelepon beliau. ‘Bang, katanya museum Sulut mau dijual ya?’ Ampun, belum jadi gubernur,” ujar Yulius.

Ia mengatakan, setelah dilantik dirinya langsung memerintahkan jajaran pemerintah daerah mencari tahu kondisi sebenarnya dari Museum Negeri Sulut.
Menurutnya, saat pertama kali melakukan inspeksi mendadak pada malam hari bersama keluarga, kondisi museum sangat memprihatinkan.

“Rumputnya tinggi-tinggi, sudah seperti rumah hantu. Lampunya tidak ada, toiletnya tidak ada. Ngeri sekali,” ungkapnya.

Yulius kemudian mulai menelusuri sejarah museum tersebut. Ia menjelaskan Museum Negeri Sulawesi Utara berawal dari inisiatif seorang tokoh asal Minahasa Tenggara bernama Ola yang menemukan banyak keramik bersejarah dan menyerahkannya kepada Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara.

Museum kemudian mulai diprogramkan pembangunannya sejak era Repelita II tahun 1974 dan baru diresmikan pada Januari 1991.

Namun setelah itu, menurut Yulius, pengelolaan museum dinilai tidak berjalan maksimal. Bahkan saat dirinya melakukan sidak, museum disebut tidak memiliki komputer untuk menyimpan data sejarah maupun inventaris sekitar 2.800 koleksi benda budaya yang tersimpan.

“Bagaimana dia mau menyimpan data-data tentang sejarah dan benda-benda yang ada di dalamnya,” katanya.
Persoalan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah adanya surat terkait pertanggungjawaban dana transfer dari Kementerian Kebudayaan yang hingga kini belum terselesaikan.

“Datang surat lagi agar kita mempertanggungjawabkan dana transfer dari Kementerian Kebudayaan. Aduh, malu lagi kita, sampai hari ini kita belum dapat mempertanggungjawabkannya,” beber Yulius.

Merasa terpukul dengan kondisi tersebut, Yulius menegaskan tekadnya menjadikan Museum Negeri Sulawesi Utara sebagai museum terbaik di Indonesia.

Ia menyebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon terus mengingatkannya untuk menata dan menjaga museum sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah.

Renovasi museum kemudian dilakukan melalui kerja sama Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara bersama tim yang diprakarsai Bara Prima, putra gubernur, bersama alumni Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Manado yang membuat desain renovasi bangunan museum.

“Hasilnya tampak dari depan kelihatan keagungannya,” ujarnya.

Yulius juga menyebut Wali Kota Manado Andrei Angouw mendukung penuh revitalisasi museum tersebut karena dinilai akan menjadi ikon baru Sulawesi Utara sekaligus ikon Kota Manado.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *