RagamSulut.co.id – Gubernur Yulius Selvanus menyebut Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara kini hadir sebagai perpaduan antara warisan budaya tradisional dengan teknologi modern berbasis Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikan Yulius Selvanus saat Launching Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Jumat (22/5/2026).
Menurut Yulius, proses revitalisasi museum tidak hanya berfokus pada renovasi bangunan, tetapi juga pada pembenahan data sejarah dan koleksi benda budaya yang tersimpan di museum tersebut.
“Perjuangan panjang mengumpulkan kembali data-data, karena harus ada keterangan dan penjelasannya tentang benda-benda yang ada di situ,” ujar Yulius.
Ia menjelaskan, Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara bersama para sejarawan dan budayawan dari seluruh wilayah Sulawesi Utara bekerja cukup lama untuk mendata ulang koleksi museum.
“Hasilnya kami laporkan 90 persen semuanya sudah tercatat dengan rapi,” jelasnya.
Meski demikian, Yulius mengungkapkan masih terdapat sekitar 10 persen koleksi yang belum teridentifikasi secara lengkap, termasuk asal-usul dan periode sejarah benda tersebut.
“Masih ada 10 persen lagi yang masih perlu kita bongkar kembali,” katanya.
Yulius mengatakan proses pembenahan museum sejak Maret 2025 hingga saat ini menjadi perjalanan panjang yang penuh tantangan. Namun, kehadiran Menteri Kebudayaan dalam peresmian museum menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Ia menegaskan museum tersebut akan menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya bagi generasi muda Sulawesi Utara.
“Kita akan sepakat memelihara dan menjaga museum ini. Anak-anak kita wajib hadir di sini untuk mengenalkan sejarah Sulawesi Utara masa lalu dan masa kini,” ujarnya.
Menurut Yulius, keunikan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara terletak pada konsep penggabungan nilai budaya tradisional dengan teknologi modern berbasis AI yang diterapkan dalam sistem penyajian informasi museum.
“Di dalamnya terdapat masa lalu dan menggunakan teknologi modern AI. Ini perpaduan tradisional, konvensional, dan modern ada di museum ini,” tegasnya.
Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara kini diproyeksikan menjadi salah satu pusat kebudayaan dan destinasi edukasi unggulan di Indonesia dengan konsep modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya lokal Sulawesi Utara.(Ikel)











