Berita

Basarnas Sulut: Tiga Warga Luka Ringan dan Dua Rumah Rusak Akibat Gempa M 7,7

×

Basarnas Sulut: Tiga Warga Luka Ringan dan Dua Rumah Rusak Akibat Gempa M 7,7

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, menyampaikan bahwa hingga saat ini dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara masih terus didata oleh tim di lapangan, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan informasi sementara yang diterima Basarnas, terdapat tiga warga yang mengalami luka ringan akibat gempa yang terjadi pada pagi hari.

“Untuk sementara yang kami dapati informasi terbaru yaitu ada luka ringan sebanyak tiga orang. Untuk dampak kerusakan rumah masih kami dalami,” ujar George Mercy Randang.

Selain korban luka, data sementara menunjukkan dua unit rumah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Menurut George, proses pendataan masih terus dilakukan dengan menyesuaikan informasi terbaru yang diterima dari masyarakat maupun instansi terkait.

“Sementara untuk perkembangan terkait dampak dari gempa, tentunya kami menyesuaikan dengan informasi terbaru dari masyarakat dan saat ini masih dalam pendalaman,” katanya.

Diketahui, wilayah Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik pada pukul 06.37.42 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7.

Meski sempat memicu peringatan dini tsunami, BMKG pada pukul 11.00 WITA secara resmi mengeluarkan rilis yang menyatakan berakhirnya peringatan dini tsunami.

Kendati demikian, Basarnas Sulawesi Utara tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di kawasan pesisir pantai.

“Oleh karena itu, walaupun telah ada informasi dari BMKG, kami dari Basarnas mengarahkan dan mengimbau masyarakat, terutama yang berada di pesisir pantai, untuk tetap melakukan pemantauan dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terkait adanya gempa susulan,” jelas George.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD, Basarnas, dan instansi terkait lainnya guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, tim Basarnas bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak di Sulawesi Utara.(Ikel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *