Berita

Data Sementara BPBD Sulut, 45 Rumah Rusak dan 1.160 Warga Mengungsi Akibat Gempa M 7,7

×

Data Sementara BPBD Sulut, 45 Rumah Rusak dan 1.160 Warga Mengungsi Akibat Gempa M 7,7

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sulawesi Utara merilis data sementara dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 WITA.

Berdasarkan hasil pendataan sementara di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Minahasa Utara, tercatat sebanyak 45 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan terdampak, terdiri dari dua unit gedung gereja, satu unit masjid, dua unit sekolah, satu unit rumah dinas, satu unit rumah sakit, serta satu unit gedung Pelabuhan Perintis.

BPBD Sulut juga mencatat sebanyak 1.160 jiwa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman pascagempa. Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan asesmen lanjutan untuk memastikan kondisi warga terdampak serta kebutuhan penanganan darurat di lapangan.

Sementara itu, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 16.45 WITA menunjukkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Tercatat 60 kali gempa bumi susulan, dengan satu di antaranya dirasakan masyarakat.

BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 6,7, sedangkan yang terkecil berkekuatan Magnitudo 3,6. Dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 12 kejadian memiliki magnitudo sama atau lebih besar dari 5,0.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

BPBD Sulut menegaskan bahwa data kerusakan dan jumlah pengungsi yang dirilis saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan yang terus berlangsung di wilayah terdampak.(Ikel)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *