RagamSulut.co.id – Setelah tujuh hari berpacu dengan waktu, medan yang berat, dan ancaman longsor susulan, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terhadap dua penambang yang tertimbun material longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, resmi dihentikan pada Kamis (2/7) pukul 17.00 WITA.
Keputusan penghentian operasi diambil setelah Tim Rescue Pos SAR Kotamobagu bersama seluruh unsur SAR Gabungan melakukan evaluasi menyeluruh. Hingga pukul 16.30 WITA, satu korban yang masih dinyatakan hilang, Baim (18), warga Bolaang Mongondow, belum berhasil ditemukan,Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, korban lainnya, Alipu (18), warga Gorontalo, sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam sekaligus permohonan maaf kepada keluarga Baim karena hingga operasi pencarian berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
“Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta permohonan maaf kepada keluarga Baim. Seluruh personel telah berupaya semaksimal mungkin selama tujuh hari operasi berlangsung,” ujar Randang.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama seluruh unsur SAR Gabungan dan pihak keluarga, operasi pencarian resmi memasuki tahap pemantauan. Meski demikian, harapan belum berakhir.
“Apabila di kemudian hari terdapat informasi ataupun tanda-tanda keberadaan korban, maka Operasi SAR akan segera dibuka kembali,” tegasnya.
Atas nama Basarnas Sulawesi Utara dan seluruh Tim SAR Gabungan, Randang juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Alipu.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi duka ini.”
Di balik berakhirnya operasi, masih tersisa doa yang terus dipanjatkan. Harapan agar Baim dapat segera ditemukan belum pernah padam, meski pencarian telah dihentikan sesuai prosedur.
Randang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah bekerja tanpa lelah selama tujuh hari, yakni Tim Pos SAR Kotamobagu, Tim Rescue Kotamobagu, Kodim Bolaang Mongondow, Polres Kotamobagu, Tim K9 Polda Sulawesi Utara, Brimob Polres Bolaang Mongondow, BPBD Bolaang Mongondow, PT BDL Bolaang Mongondow, Tim Rescue PT Labuha Palu, masyarakat, keluarga korban, serta seluruh instansi dan potensi SAR yang telah memberikan dukungan.
Kini seluruh personel dan peralatan SAR telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan tetap dalam kondisi siaga apabila operasi pencarian kembali dibuka.
Meski langkah pencarian untuk sementara berhenti, doa keluarga, masyarakat, dan seluruh Tim SAR Gabungan tetap mengalir.
Di tengah duka yang mendalam, secercah harapan masih dijaga—bahwa suatu hari nanti Baim dapat ditemukan dan memberi kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih setia menanti.(Ikel)











