RagamSulut.co.id– Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengimbau para nelayan, masyarakat pesisir, serta perusahaan penangkap ikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan arus laut yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran, Kamis (30/7/2026).
Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengatakan, kondisi angin selatan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir September perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.
“Pada saat-saat ini bagi para nelayan maupun masyarakat pesisir maupun perusahaan penangkap ikan, kami imbau untuk berhati-hati dan membaca kemungkinan terjadinya arus gelombang yang besar,” ujar Bayuaji.
Menurutnya, kondisi angin selatan berpotensi meningkatkan risiko gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara.
Bayuaji juga mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi sejumlah insiden kapal tenggelam, di antaranya di wilayah Talaud dan Kema. Bahkan, kejadian kapal ikan tenggelam kembali terjadi di wilayah Talaud.
“Karena kita sedang mengalami angin selatan, kemungkinan sampai bulan akhir September. Ada beberapa kejadian di Talaud maupun di Kema, itu kapal tenggelam. Kemarin juga barusan terjadi kapal tenggelam, kapal ikan di Talaud,” katanya.
Untuk itu, Ditpolairud Polda Sulut meminta para nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca dan gelombang berada di atas batas aman.
“Jadi kami mengimbau supaya berhati-hati. Apabila gelombang di atas batas minimum, supaya tidak melaksanakan penangkapan ikan,” tegasnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut dan korban jiwa. Masyarakat yang hendak beraktivitas di laut juga diharapkan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum berlayar.(Ikel)











