Berita

Empat Pendaki Tersesat di Gunung Lokon Ditemukan Selamat, Tim SAR Gabungan Bergerak Intensif

×

Empat Pendaki Tersesat di Gunung Lokon Ditemukan Selamat, Tim SAR Gabungan Bergerak Intensif

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi empat orang survivor yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Minggu (2/8/2026) dini hari.

Keempat survivor ditemukan dalam kondisi selamat setelah Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian secara intensif di kawasan Gunung Lokon.

Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., mengatakan laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado pada Sabtu (1/8/2026) pukul 22.16 WITA dari pelapor bernama Julio.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta unsur potensi SAR, kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 22.36 WITA,” jelas Randang.

Tim Rescue tiba di kaki Gunung Lokon sekitar pukul 02.00 WITA. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Kinilow dan keluarga survivor.

Setelah dilakukan briefing terkait pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan kemudian melakukan penyisiran menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik keberadaan keempat survivor.

Upaya pencarian membuahkan hasil. Pada pukul 04.05 WITA, seluruh survivor berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di Puncak Gunung Lokon.

Keempat survivor selanjutnya dievakuasi menuju Posko SAR dan tiba sekitar pukul 06.30 WITA. Setelah menjalani pemeriksaan awal, seluruh survivor kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Adapun empat survivor yang berhasil ditemukan, yakni:

1. Luis (21)
2. Rainford (19)
3. Julio (21)
4. Valerio (20)

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polsek Kinilow, PMI Tomohon, RAPI Tomohon, KPA Vulkano, KPA Rajawali, KPA Tunas Muda, serta keluarga survivor.

Dalam operasi tersebut, tim SAR didukung sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car, peralatan komunikasi, peralatan medis, peralatan mountaineering, peralatan navigasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

George Mercy Randang mengimbau seluruh pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan selama melakukan aktivitas pendakian. Pendaki diminta mempersiapkan perlengkapan yang memadai, tidak memaksakan pendakian ketika kondisi cuaca buruk, serta memperhatikan status aktivitas gunung sebelum melakukan pendakian.

Selain itu, masyarakat pesisir dan nelayan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara.

“Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai dampak musim kemarau dan fenomena El Niño yang dapat meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,” ujar Randang.

Keberhasilan operasi ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, jalur pendakian, serta mempersiapkan perlengkapan dan informasi yang memadai sebelum melakukan aktivitas di kawasan pegunungan.(Ikel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *