Olahraga

Duel Panas Persminsel vs Persmin Berakhir Imbang 2-2, Diwarnai Kontroversi Wasit

×

Duel Panas Persminsel vs Persmin Berakhir Imbang 2-2, Diwarnai Kontroversi Wasit

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Pertandingan sengit tersaji pada putaran kedua babak 6 besar Liga 4 Indonesia Piala Gubernur Sulut 2025/2026 saat Persminsel Minahasa Selatan FC menghadapi Persmin Minahasa di Stadion Klabat Manado, Sabtu (4/4/2026).

Laga yang berlangsung panas ini berakhir dengan skor imbang 2-2.Didukung ratusan suporter masing-masing, kedua tim tampil ngotot sejak menit awal.

Persmin Minahasa lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-34 melalui sepakan keras Aliftha Rizky yang tak mampu dihalau kiper Persminsel, Jeysen Teesen.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Persminsel memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan lewat skema serangan balik cepat.

Christiano Viali Paduli sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-47 masa injury time babak pertama, membuat skor menjadi 1-1 saat turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Persmin Minahasa terus menekan, namun justru mengalami kerugian besar pada menit ke-72 setelah kiper mereka, Septi Karlos Nyike, diganjar kartu merah karena pelanggaran di luar kotak penalti.

Keputusan ini sempat memicu protes keras dari official Persmin hingga laga terhenti sekitar 10 menit.

Unggul jumlah pemain, Persminsel berhasil membalikkan keadaan pada menit ke-82. Yerikho Renly Sumual yang dipercaya sebagai eksekutor tendangan bebas sukses mencetak gol dan membawa timnya unggul 2-1.

Drama kembali terjadi di penghujung laga. Wasit menunjuk titik putih untuk Persmin Minahasa usai terjadi pelanggaran di kotak penalti.

Kapten tim, Geovani Valentino Sumala, yang maju sebagai algojo sempat gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya ditepis kiper. Namun, wasit memutuskan penalti harus diulang karena kiper dianggap bergerak lebih dulu.

Keputusan tersebut memicu protes dari kubu Persminsel, bahkan kiper Jeysen Teesen sempat meninggalkan lapangan sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan.

Pada kesempatan kedua, Geovani Valentino Sumala sukses menuntaskan tugasnya dan menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-110 injury time.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan imbang meski kedua tim terus berupaya mencetak gol kemenangan.

Manajer Persminsel FC, Devi Karamoy, mengaku bersyukur dengan hasil imbang tersebut mengingat persiapan timnya yang sangat singkat. Namun, ia juga menyoroti keputusan wasit yang dinilai berada di “wilayah abu-abu” dan berharap kualitas perangkat pertandingan dapat ditingkatkan.

Hal senada disampaikan pelatih Persmin Minahasa, Marten Tao, yang menyebut timnya masih beruntung bisa meraih satu poin. Ia menilai beberapa keputusan wasit merugikan timnya dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit.

Kapten Persmin, Geovani Valentino Sumala, juga menekankan pentingnya koordinasi antar perangkat pertandingan agar tidak terjadi keputusan fatal yang berpotensi menimbulkan konflik di lapangan.

Sementara itu, Manajer Persmin Minahasa, Richo Roring, secara tegas mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai kurang objektif.

Ia berharap pada laga berikutnya, perangkat pertandingan yang ditugaskan benar-benar berkualitas demi menjaga fair play dan kualitas kompetisi.

Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim untuk lolos ke babak semifinal masih terbuka, sekaligus menambah tensi persaingan di babak 6 besar Liga 4 Indonesia Zona Sulawesi Utara.(Ikel)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *