RagamSulut.co.id – Jelang Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) GMIM 2025, Penasihat BPMS Pdt Dr Henny W B Sumakul, menilai sidang tersebut memiliki arti penting bagi masa depan GMIM, terutama dalam menjaga moralitas para pelayan khusus dan jemaat, Sabtu (13/12/2025).
“Semua warga GMIM wajib menjaga moralitas gereja. Kita telah menerima kasih karunia Tuhan, maka pakailah kasih karunia itu untuk menjalankan kebenaran,” ujarnya.
Menyoroti perdebatan di media sosial mengenai Tata Gereja, Sumakul menegaskan bahwa kembali pada firman Tuhan jauh lebih penting dibanding memperdebatkan aturan yang multitafsir.
“Yang penting adalah kembali ke Alkitab. 1 Petrus 2:9-10 mengingatkan kita bahwa torang dipanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahaya mengkultuskan figur tertentu dalam gereja.
“Jangan mendewakan seseorang, yang patut kita sembah hanya Tuhan, seperti tertulis dalam Keluaran 20:1-5. Saat ini sudah terlihat adanya disorientasi di kalangan pelayan dan jemaat.”
Sumakul menegaskan bahwa prinsip ini harus menjadi landasan teologis dalam pelaksanaan SMST 2025, dan akan ia sampaikan langsung dalam sidang nanti.
Terkait agenda pengisian jabatan lowong dalam SMST, Sumakul menyebut bahwa arahannya tersebut sudah menjadi bentuk petunjuk bagi BPMS.
“Saya yakin mereka yang membaca saran ini sudah memahami maksud kami,”pungkasnya.
Untuk diketahui Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) GMIM 2025, akan digelar di Bukit Inspirasi Tomohon pada 16–18 Desember 2025.(Ikel)











