Hukum & Kriminal

Lagi, Warga Asal Sulut yang Diduga akan Bekerja di Kamboja Ditahan di Bandara Sam Ratulangi Manado

×

Lagi, Warga Asal Sulut yang Diduga akan Bekerja di Kamboja Ditahan di Bandara Sam Ratulangi Manado

Sebarkan artikel ini
foto : Istimewa

RagamSulut.co.id- Lagi 5 Calon Pekerja Migran (CPMI) ilegal asal Sulut ditahan oleh Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), TPPO Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado bersama BP3MI Sulawesi Utara, YKYU, serta Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut kembali, Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 05.30 Wita.

Kelima CPMI tersebut rencananya akan diberangkatkan menuju Thailand dan Kamboja.

Mereka masing-masing berinisial,.Z.T (21), perempuan, asal Kota Bitung, J.C.M (33), laki-laki, asal Tomohon,M.G.W (25), laki-laki, asal Tomohon, C.A.W (17), perempuan, asal Minahasa Utara dan F.A.T (22), laki-laki, asal Kota Bitung.

Kapolsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Ipda Masry, S.Sos menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, para korban diketahui direkrut oleh agen luar negeri melalui media sosial Telegram dan dimasukkan ke dalam sebuah grup bernama “UI Nov”.

Di dalam grup tersebut, para agen kemudian mengatur seluruh proses keberangkatan mulai dari booking tiket, pengaturan perjalanan dari daerah hingga tiba di Bandara Sam Ratulangi.

“Meskipun para CPMI telah diberi pemahaman mengenai risiko besar yang mengintai mereka, termasuk potensi eksploitasi dan penyekapan di luar negeri, sebagian dari mereka masih bersikeras mengikuti tawaran tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi,” ujar Ipda Masry.

Menurutnya, saat ini kelima korban telah diamankan dan dilakukan pendataan serta pembinaan.

Selanjutnya BP3MI Sulut bersama Satgas TPPO Polsek Bandara akan melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan perekrut yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana mencari korban.

“Satgas TPPO kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari praktik pengiriman ilegal ke luar negeri. Upaya seperti ini akan terus dilakukan guna memutus mata rantai perdagangan orang dan menyelamatkan lebih banyak warga Sulut dari jeratan perekrut tidak bertanggung jawab,”jelasnya.(ikel)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *