RagamSulut.co.id – Kasus kematian Evia Maria Mangolo mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima), mendapat tanggapan dan perhatian dari sejumlah kalangan.
Salah satunya datang dari Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Sulawesi Utara Hanna Monareh, M.Psi. Dia mengatakan dampak dari dugaan pelecehan seksual dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang.
“Ketidakberdayaan, perasaan malu, disalahkan bahkan menyalahkan dirinya,”ujar Hanna, Minggu (3/1/2026).
Hal ini juga berdampak dengan kurangnya konsentrasi dan fokus, karena beban psikologis dengan permasalahan yang ada.
“Ketakutan, kecemasan berlebihan, perasaan tidak nyaman apalagi bila ada pengancaman,”terangnya.
Selain itu, dapat menimbulkan rasa putus asa, hilang harapan, mulai muncul pikiran menyakiti diri bahkan perilaku mengakhiri hidup. Ketidakmampuan menghadapi tekanan-tekanan yang ada.
“Kondisi ini berlangsung cukup lama lebih dari dua minggu,”beber Hanna.
Menurutnya, para korban pelecehan seksual berpotensi mengalami Post Trauma Stress Disorder dan atau Depresi. Dia menganjurkan untuk mendapat Diagnosa klinis dengan profesional seperti Psikolog Klinis dan Psikiater.
“Yang sebaiknya sesegera mendapatkan bantuan profesional, Psikolog Klinis untuk pendampingan psikologisnya.Perilaku mengakhiri hidup tidak dibenarkan,”jelasnya.
Sehubungan dengan kasus meninggalnya salah satu mahasiswa di salah satu kampus dugaan pelecehan seksual, Hanna mengajak masyarakat Sulut untuk tetap menghormati proses hukum yang ada.
“Almarhumah Eva Maria adalah salah satu korban dari para oknum yang menggunakan relasi kuasa terhadap korban di kalangan kampus,”tegasnya.
Pengancaman dan merugikan mahasiswa dapat berdampak pada kesehatan mental korban.
“Buat siapapun kamu, yang menjadi korban pelecehan, beranikan diri untuk speak up. Cari orang yang dipercaya untuk berbagi cerita,”ucap Hanna.
Dia juga mengimbau untuk melapor untuk mendapatkan perlindungan, setiap korban berhak dilindungi. Menghubungi layanan kesehatan mental, konsultasi psikologi dengan Psikolog Klinis bukanlah suatu kelemahan.
“Atau mari bergabung dengan Komunitas Cegah Bunuh Diri untuk mendapatkan layanan konseling psikologi gratis dengan Psikolog Klinis dan Konselor yang ada,”tambahnya.
Dia menambahkan, kasus ini juga dapat menjadi trigger bagi para korban pelecehan seksual yang lain. Mari kita juga berempati pada korban – korban lain yang masih tetap berjuang dengan kesehatan mental.
“Kamu Tidak Sendiri, Kamu Berharga, Komunitas Cegah Bunuh Diri,”tandas Hanna.(Ikel)











