RagamSulut.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sulawesi Utara merilis data sementara kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 WITA.
Berdasarkan laporan sementara, Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa tersebut. Puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum dan fasilitas ibadah dilaporkan mengalami kerusakan.
Di Kecamatan Marore, Kampung Kawio tercatat mengalami kerusakan pada 11 unit rumah warga dan satu unit gedung gereja. Selain itu, sebanyak 480 jiwa dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Sementara di Kampung Matutuang, kerusakan meliputi satu unit rumah dinas, satu unit sekolah, satu unit gedung gereja, satu unit rumah warga, dan satu unit masjid.
Masih di Kecamatan Marore, Kampung Marore mengalami kerusakan pada 9 unit rumah warga. Sebanyak 680 jiwa dilaporkan mengungsi akibat dampak gempa yang terjadi.
Kerusakan juga tercatat di sejumlah wilayah lainnya. Di Kecamatan Tabukan Tengah, tepatnya di Kampung Bira, satu unit rumah warga mengalami kerusakan. Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kampung Batu Wingkung, satu unit rumah warga terdampak.
Kemudian di Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kampung Tambung, satu unit rumah warga mengalami kerusakan. Di Kecamatan Tahuna, Kelurahan Santiago, satu unit rumah warga terdampak gempa.
Sementara itu, di Kecamatan Tahuna Barat, Kelurahan Kolongan Beha, dua unit rumah warga mengalami kerusakan. Adapun di Kecamatan Kendahe tercatat tujuh unit rumah warga terdampak akibat gempa bumi tersebut.
Secara keseluruhan, data sementara BPBD Sulawesi Utara mencatat total kerusakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe meliputi 34 unit rumah warga, dua unit gedung gereja, satu unit masjid, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas.
Selain kerusakan infrastruktur, aktivitas kegempaan susulan masih terus terjadi. Berdasarkan data BMKG hingga pukul 16.45 WITA, telah terjadi 60 kali gempa bumi susulan (aftershock), dengan satu di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
BMKG mencatat gempa susulan terbesar berkekuatan Magnitudo 6,7 dan yang terkecil Magnitudo 3,6. Dari total gempa susulan yang terjadi, sebanyak 12 kejadian memiliki kekuatan Magnitudo 5 atau lebih.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan guna memastikan kondisi masyarakat serta kebutuhan penanganan pascabencana.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan dan arahan resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.(Ikel)











