Berita

Data Sementara Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Minahasa Utara

×

Data Sementara Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Minahasa Utara

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sulawesi Utara merilis data sementara kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 WITA.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerusakan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, meliputi rumah warga, fasilitas kesehatan, hingga gudang pelabuhan.
Sedangkan di Kabupaten Minahasa Utara, 1 unit sekolah alami rusak ringan.

Di Kecamatan Rainis, kerusakan tercatat masing-masing satu unit rumah warga di Desa Rainis, Desa Alo, dan Desa Nunu. Sementara itu, di Kecamatan Essang, Desa Maririk mengalami kerusakan pada enam unit rumah warga, sedangkan di Desa Essang terdapat kerusakan pada satu unit gudang Pelabuhan Perintis.

Kerusakan juga dilaporkan di Kecamatan Beo Utara, tepatnya di Desa Awit yang mengalami kerusakan satu unit rumah warga. Di Kecamatan Beo, satu unit rumah warga di Desa Bengel turut terdampak akibat guncangan gempa.

Selain itu, di Kecamatan Melonguane, satu unit rumah sakit di Desa Mala dilaporkan mengalami kerusakan.

Secara keseluruhan, data sementara BPBD Sulawesi Utara mencatat total kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud mencapai 13 unit bangunan, terdiri dari 11 unit rumah warga, satu unit rumah sakit, dan satu unit gudang Pelabuhan Perintis.

Sementara untuk Kabupaten Minahasa Utara, 1 Unit Gedung Sekolah di Desa Maliambao, Kecamatan Likupang Barat, alami rusak ringan.

BPBD Sulut menegaskan bahwa pendataan masih terus dilakukan di lapangan dan jumlah kerusakan berpotensi bertambah seiring proses asesmen yang masih berlangsung.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas kebencanaan setempat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dampak gempa guna memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pascabencana.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *