RagamSulut.co.id – Kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas dinilai menjadi kunci penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era Artificial Intelligence (AI).
Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Kickoff Generasi Terkoneksi (GENsi) Wilayah LLDIKTI XVI dan Indonesia Timur yang digelar secara virtual, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang didukung oleh LLDIKTI Wilayah XVI, CREATOR (Creative Economy Accelerator) Sulawesi Utara, dan Asosiasi Dosen Indonesia Sulawesi Utara ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
GENsi (Generasi Terkoneksi) merupakan program pengembangan talenta digital yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo Hutchison bekerja sama dengan Nokia, BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta KUMPUL IMPACT.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami Artificial Intelligence (AI), literasi digital, dan pemanfaatan teknologi secara aman, etis, serta aplikatif.
Koordinator Program GENsi Indonesia Timur sekaligus Ketua CREATOR Sulawesi Utara, Dr. Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd., mengatakan perkembangan AI menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan.
Menurutnya, GENsi hadir sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan komunitas untuk memperluas akses pembelajaran digital bagi generasi muda, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Melalui GENsi, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal Artificial Intelligence secara praktis, mengembangkan kompetensi digital, serta membangun jejaring kolaborasi yang mampu melahirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan daerah,” ujar Lady.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., menegaskan perguruan tinggi harus mengambil peran aktif dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, penguatan kompetensi digital merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di era transformasi digital.
“Perguruan tinggi perlu terus memperkuat kompetensi digital mahasiswa agar mereka siap menghadapi perkembangan teknologi, mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Munawir.
Pada sesi utama bertajuk Menciptakan Solusi Melalui Artificial Intelligence, AI Trainer KUMPUL, Ferny Indy, S.Tr.Kom., mengajak peserta memandang AI sebagai teknologi yang dapat mendukung produktivitas dan mempercepat lahirnya inovasi.
“Artificial Intelligence membuka banyak peluang untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses inovasi. Generasi muda perlu memahami cara kerja AI, mengenali penggunaannya secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan problem solving agar teknologi dapat memberikan dampak yang lebih luas,” tutur Ferny.
Lead Facilitator GENsi Indonesia Timur, Giovanni Pebakirang, menambahkan keterlibatan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam memperluas akses pembelajaran AI di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun melalui program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Selain menghadirkan sesi diskusi dan inspirasi, peserta juga mendapatkan panduan penggunaan Learning Management System (LMS), mulai dari proses registrasi, akses modul pembelajaran, hingga penyelesaian sertifikasi.
Materi yang disediakan dirancang secara fleksibel sehingga peserta dapat mempelajari berbagai topik, mulai dari dasar-dasar Artificial Intelligence, keamanan digital, pemanfaatan AI tools, pengembangan chatbot sederhana, hingga penyusunan proyek berbasis AI sesuai ritme belajar masing-masing.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, komunitas, dan berbagai mitra strategis, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem talenta digital di Indonesia Timur.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap memanfaatkan Artificial Intelligence secara bertanggung jawab untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.(Ikel)











