RagamSulut.co.id– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi perusahaan melalui program BRIVolution Reignite di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi. Program tersebut dirancang untuk memperkokoh fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, serta menjaga daya saing BRI di tengah perubahan lanskap ekonomi dan perkembangan teknologi,Senin (6/7/2026).
Melalui BRIVolution Reignite, BRI menitikberatkan transformasi pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan bisnis baru yang berkelanjutan.
Seluruh strategi tersebut dijalankan dengan pendekatan customer-centric untuk memberikan layanan yang semakin optimal kepada seluruh segmen nasabah.
Sebagai bagian dari transformasi, BRI juga meluncurkan Corporate Rebranding pada 16 Desember 2025 bertepatan dengan peringatan HUT ke-130 BRI.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan rebranding tersebut menghadirkan identitas perusahaan yang lebih modern, inklusif, dan relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai utama BRI sebagai bank yang berpihak kepada rakyat dan UMKM.
“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi Perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development,” ujar Hery.
Kinerja pendanaan BRI juga menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA)btumbuh 13,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.058,6 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA menjadi 68,07 persen sekaligus menurunkan cost of fund (CoF) dari 3 persen menjadi 2,3 persen.
Perbaikan struktur pendanaan itu didukung oleh meningkatnya transaksi digital melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI yang semakin memperkuat efisiensi pendanaan perusahaan.
Di sektor pembiayaan, BRI tetap menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun.
Sebanyak 67,18 persen dari total pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun, sejalan dengan dukungan BRI terhadap program Asta Cita Pemerintah.
Komitmen BRI terhadap sektor perumahan juga terus diperkuat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat, BRI meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, sekaligus mempertegas posisinya sebagai bank dengan penyaluran KPP terbesar di Indonesia.
Di sisi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI terus mengembangkan ekosistem UMKM dan desa. Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta membangun lebih dari 43 ribu Klasterku Hidupku untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Sementara itu, penguatan ekosistem BRI Group juga menunjukkan hasil positif. Hingga akhir Triwulan I 2026, perusahaan-perusahaan anak BRI membukukan laba sebesar Rp3,89 triliun, atau berkontribusi 25,1 persen terhadap laba bersih konsolidasian Perseroan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengatakan kinerja positif bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Dony.(Ikel)











