RagamSulut.co.id— General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Yanuaris Dwi Cahyono, menyambut baik peluncuran Geothermal Energy Future Feast (GEFF) 2026 sebagai bentuk kolaborasi yang mempertemukan pengalaman industri dengan semangat dan kapasitas generasi muda.
GEFF 2026 diluncurkan oleh Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara (DEM Sulut) bersama PGE Area Lahendong dalam rangkaian Renewable Energy Forum (REF) 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, 10 Agustus 2026.
Yanuaris mengatakan, pengembangan energi panas bumi tidak hanya membutuhkan teknologi dan investasi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kapasitas untuk melanjutkan pengembangan sektor tersebut di masa depan.
“Kami menyambut baik inisiatif DEM Sulut melalui Geothermal Energy Future Feast 2026. Bagi kami, pengembangan panas bumi tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan investasi, tetapi juga mengenai bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami dan melanjutkan pengembangan energi panas bumi di masa depan,” ujar Yanuaris, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai calon pemimpin yang nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan di sektor energi.
Karena itu, mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk mengenal industri panas bumi secara langsung, termasuk memahami penerapan keselamatan kerja, tantangan teknis serta kontribusi pengembangan panas bumi terhadap masyarakat dan daerah.
“Mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana industri panas bumi bekerja, bagaimana aspek keselamatan diterapkan, bagaimana tantangan teknis dihadapi, serta bagaimana pengembangan panas bumi memberikan nilai bagi masyarakat dan daerah. Karena itu, ruang kolaborasi seperti GEFF 2026 menjadi penting,” jelasnya.
GEFF 2026 Jadi Ruang Belajar Mahasiswa
Program GEFF 2026 dirancang sebagai platform pembelajaran dan kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dengan industri panas bumi secara lebih dekat.
Sejumlah agenda akan dihadirkan dalam program tersebut, mulai dari forum energi, industry and safety talk, kompetisi esai, program magang hingga company visit ke PGE Area Lahendong.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan aspek teknis energi panas bumi, tetapi juga diajak memahami ekosistem industri secara lebih komprehensif.
Materi yang diangkat mencakup aspek keselamatan, ekonomi, sosial, lingkungan, kebijakan hingga pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi DEM Sulut dan PGE Area Lahendong ini diharapkan dapat memperkuat literasi energi sekaligus membangun kapasitas generasi muda Sulawesi Utara dalam memahami peluang dan tantangan pengembangan energi panas bumi.
Yanuaris berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, melakukan kajian, mengawal pengembangan energi serta menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan sektor panas bumi.(Ikel)











