RagamSulut.co.id– Upaya mempercepat transformasi digital di Sulawesi Utara terus diperkuat melalui penyelenggaraan AI Ignition Road to Sulawesi Utara, Jumat (17/7/2026).
Program ini menghadirkan pelatihan intensif kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas, media, hingga pelaku UMKM.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara tersebut merupakan bagian dari AI Opportunity Fund: Asia Pacific, sebuah inisiatif regional yang berkolaborasi dengan AVPN serta didukung Google.org dan Asian Development Bank (ADB).
Di Indonesia, program ini dijalankan oleh KUMPUL bersama AI Ignition Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Asosiasi Creative Economy Accelerator (CREATOR) sebagai mitra lokal.
Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Galang, yang mewakili Pemerintah Provinsi Sulut.
Dalam sambutannya, Tahlis menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang didominasi generasi muda. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta pelaku UMKM menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transformasi digital di daerah.
“Sulawesi Utara memiliki modal yang besar, dengan sumber daya manusia yang sangat muda,” ujar Tahlis.
Ia menambahkan, semangat gotong royong melalui koperasi dan UMKM, serta dukungan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay menjadi pilar penting untuk memastikan pemerataan teknologi.
“Tugas kita bersama sekarang adalah memastikan pemerataan teknologi dan keadilan teknologi yang dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto agar tidak hanya dirasakan di Jakarta atau Pulau Jawa, tetapi juga sampai kepada pelaku UMKM, pelajar, dan mahasiswa di Sulawesi Utara,” katanya.
AI Harus Jadi Solusi Nasional
Sesi keynote disampaikan oleh Staf Khususkan Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala.
Ia menegaskan bahwa AI bukan hanya milik kota besar, melainkan teknologi yang harus dimanfaatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk mengatasi berbagai persoalan nasional.
“AI bukan hanya milik Jakarta atau Pulau Jawa, tetapi teknologi bersama. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa AI harus menjadi instrumen mempercepat penyelesaian masalah kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan,” ujar Tiar.
Ia juga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional 2026–2029 sebagai pedoman bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam mengembangkan teknologi AI secara terarah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa AI merupakan teknologi yang memiliki dua sisi sehingga literasi digital menjadi sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan seperti hoaks maupun manipulasi digital.
Pemerintah Daerah Jadi Orkestrator Ekosistem Digital
Pada sesi talkshow yang dipandu Devia Pinontoan dari KOMPAS TV Manado, sejumlah narasumber membahas strategi pengembangan ekosistem AI di Sulawesi Utara.
Kepala BLSDM Komdigi Manado, Arsyad, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran sebagai orkestrator yang menghubungkan seluruh ekosistem digital.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan lagi teknologi, melainkan kesiapan pola pikir masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa penetrasi teknologi yang sangat cepat berpotensi memperlebar kesenjangan antara wilayah perkotaan dan kepulauan apabila tidak diimbangi peningkatan literasi digital.
AI Percepat Produktivitas hingga 500 Persen
Founder dan CEO BigDade Studio, Andria Wahyudi, membagikan pengalaman penerapan AI di industri kreatif.
Menurutnya, AI mampu mempercepat proses kerja hingga 500 persen, namun manusia tetap harus menjadi pengendali utama.
“Saat ini semua orang bisa menjadi jenius dengan AI. Yang membedakan adalah kemampuan manusia mengendalikan alur kerja dan menentukan arah. Manusia harus tetap menjadi nakhoda,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah tetap menjadi bekal utama generasi muda di era AI.
Kreativitas dan Kepemimpinan Tak Bisa Digantikan AI
Sementara itu, Meita Pratiwi dari Manajer.id Academy menjelaskan bahwa perkembangan AI mengubah kebutuhan kompetensi dunia kerja.
Ia menilai kemampuan menganalisis hasil AI, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional tetap menjadi nilai yang tidak dapat digantikan mesin.
Meita juga mendorong pelaku UMKM di Sulawesi Utara agar mulai membangun identitas digital, termasuk melalui website yang kini dapat dibuat dengan mudah menggunakan telepon pintar.
AI Harus Dimanfaatkan Secara Bijak
Ketua CREATOR sekaligus akademisi, Dr. Lady Giroth, menekankan pentingnya komunitas dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Ia mengingatkan agar AI diposisikan sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan, bukan sebagai sarana melakukan plagiarisme atau sekadar menyalin hasil tanpa analisis.
Potensi Besar Anak Muda Sulut
Senior Program Manager KUMPUL, Leyne Sagay, menjelaskan bahwa AI Ignition menghadirkan modul pelatihan berstandar global untuk membantu pengembangan startup digital, UMKM, hingga sektor pariwisata di Sulawesi Utara.
Menurutnya, manusia yang mampu memanfaatkan AI secara bijak akan memiliki keunggulan dibanding mereka yang sama sekali tidak menggunakan teknologi tersebut.
Pentingnya Prompting yang Tepat
Pada sesi pelatihan inti, AI Trainer KUMPUL Ferny L. Indy memberikan materi mengenai teknik berinteraksi dengan AI melalui penyusunan instruksi atau prompt.
Ia menjelaskan bahwa AI bekerja berdasarkan data dan logika sehingga kualitas hasil sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi yang diberikan pengguna.
“Jika instruksi yang diberikan tidak jelas, maka hasilnya juga tidak akan jelas,” katanya.
Edukasi Kedaulatan Digital
Rangkaian kegiatan ditutup dengan materi mengenai kedaulatan digital yang disampaikan oleh perwakilan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan identitas digital, keamanan data, serta pemanfaatan domain .id sebagai bagian dari kedaulatan internet Indonesia.
Selain itu, Bank Indonesia Sulawesi Utara juga memberikan edukasi mengenai keamanan sistem transaksi pembayaran digital.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada seluruh narasumber dan trainer yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan AI Ignition Road to Sulawesi Utara.
Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, BLSDM Komdigi Manado, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, s.id, Prima Jasa Foundation, Gemuk, Gramedia, Prima Radio, Asosiasi Dosen Indonesia Sulawesi Utara, serta Universitas Pembangunan Indonesia Manado.(Ikel)











