RagamSulut.co.id — Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, mengungkap momen pertemuannya dengan mantan pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, yang membawa La Roja menjuarai Piala Dunia 2010, sebelum pertandingan final Piala Dunia 2026.
Pertemuan tersebut menghadirkan kembali kenangan De la Fuente terhadap perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2010. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika Andrés Iniesta mencetak gol pada final melawan Belanda dan membawa Spanyol meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
De la Fuente mengatakan, situasi yang dialami Spanyol menjelang dan selama final Piala Dunia 2026 terasa memiliki kemiripan dengan apa yang terjadi pada 2010.
Ia pun teringat pesan yang berkaitan dengan momen ketika Iniesta mencetak gol dalam final 2010. Di tengah situasi penuh tekanan, pesan untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian terus terngiang.
“Masih ada waktu, masih ada waktu,” ujar De la Fuente mengenang pesan tersebut.
Menurutnya, situasi yang hampir serupa kembali terjadi pada perjalanan Spanyol di final Piala Dunia 2026.
“Hal yang mirip juga terjadi pada kami. Sepertinya itu adalah cerita yang sudah pernah kami alami sebelumnya, dan kejadiannya memang mirip,” kata De la Fuente.
Pelatih Spanyol itu mengakui bahwa menjaga ketenangan dalam pertandingan final merupakan tantangan yang sangat berat. Euforia, ketegangan, tekanan, serta keberadaan tim lawan membuat suasana pertandingan semakin intens.
“Ya, mencoba untuk tetap tenang meskipun itu hampir tidak mungkin. Jujur saja, di momen-momen seperti itu euforia, ketegangan, tekanan, dan lain-lain, ditambah lagi dengan tim lawan,” ujarnya.
Namun, De la Fuente mengaku masih mengingat dengan jelas rangkaian kejadian yang terjadi pada Piala Dunia 2010. Kenangan tersebut seolah menjadi pengingat ketika dirinya menghadapi situasi serupa bersama generasi baru Timnas Spanyol.
“Tapi saya teringat urutan kejadian itu, saya masih mengingatnya dengan sangat jelas,” tutur De la Fuente.
Pada akhirnya, perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 kembali berakhir dengan kebahagiaan. De la Fuente bersyukur timnya mampu melewati tekanan dan mengukir sejarah dengan meraih gelar juara dunia.
“Dan… ya puji Tuhan, akhirnya bisa berakhir dengan kebahagiaan yang sama seperti pada saat itu,” katanya.
Kisah tersebut menjadi simbol kesinambungan generasi sepak bola Spanyol. Dari era Vicente del Bosque dan Andrés Iniesta pada 2010, hingga era Luis de la Fuente pada 2026, La Roja kembali merasakan kebahagiaan yang sama sebagai juara dunia.
Bagi De la Fuente, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia, ketenangan dan konsentrasi menjadi bagian penting untuk menghadapi tekanan hingga peluit akhir dibunyikan.(Ikel)











