Berita

Ayah Pembalap Tian Ngantung: Kecelakaan Drag Race Jadi Pukulan Berat bagi Keluarga

×

Ayah Pembalap Tian Ngantung: Kecelakaan Drag Race Jadi Pukulan Berat bagi Keluarga

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id— Keluarga pembalap Tian Ngantung mengaku sangat terpukul setelah kecelakaan dalam kejuaraan Drag Race di Kota Kotamobagu yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Ayah Tian, Danny Ngantung, mengatakan keluarga awalnya diliputi kekhawatiran setelah mendengar kabar kecelakaan yang terjadi dalam ajang balap tersebut, Kamis (13/8/2026).

“Begitu kami mendengar bahwa ada kecelakaan, kami merasa sangat khawatir. Sebab kalau kecelakaan, bagaimana nasib dia pada waktu itu? Itu yang kami rasakan pertama kali,” ujar Danny.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah mengetahui bahwa kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa. Menurut Danny, kabar tersebut menjadi pukulan yang sangat berat karena menyangkut keselamatan dan nyawa banyak orang.

“Setelah berlangsung waktu, kami mendengarkan ternyata ada korban jiwa. Ini merupakan satu hal yang merupakan pukulan sangat besar bagi kami, karena bagaimanapun ini adalah nyawa manusia,” katanya.

Tian Masih Sulit Berkomunikasi

Danny mengungkapkan, kondisi Tian saat ini masih dalam tahap pemulihan. Selain mengalami kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Tian juga disebut masih kesulitan berkomunikasi dalam kondisi tertentu.

Keluarga pun belum bisa mendapatkan penjelasan secara utuh mengenai apa yang terjadi saat kecelakaan.

“Pada saat ini memang masih dalam keadaan sakit dan ada keadaan-keadaan tertentu dia susah untuk berkomunikasi,” ungkapnya.

Danny mengatakan, ketika keluarga mencoba menanyakan peristiwa yang sebenarnya terjadi, Tian masih belum sanggup menceritakannya.

Ia juga melihat adanya perubahan ekspresi pada putranya yang menurutnya tidak biasa, termasuk ekspresi yang kemungkinan menunjukkan kesedihan maupun trauma.

Kenal Dunia Otomotif Sejak SMA

Danny menjelaskan, Tian mulai mengenal dunia otomotif sejak duduk di bangku SMA kelas satu. Kecintaan terhadap dunia otomotif tersebut kemudian terus berlanjut hingga Tian menyelesaikan pendidikan kuliahnya.

Menurut Danny, aktivitas di dunia otomotif sudah menjadi bagian dari perjalanan Tian selama bertahun-tahun.

Keluarga Fokus Pulihkan Kondisi Tian

Terkait posisi Tian dalam kecelakaan tersebut, Danny mengatakan keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.

Ia berharap kondisi Tian terlebih dahulu dapat dipulihkan, baik secara fisik maupun mental.

“Harapan kami adalah kami merasa bahwa anak kami juga sedang dalam keadaan kecelakaan dan kami merasa dia juga adalah korban. Seperti apa itu, mungkin nanti kami serahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik,” jelas Danny.

Untuk saat ini, keluarga belum mengambil langkah hukum maupun memikirkan lebih jauh mengenai proses tersebut. Prioritas utama keluarga adalah memastikan Tian segera sembuh.

“Kami sekarang masih berusaha memulihkan dia dulu, baik dari segi keadaan fisiknya maupun dari sisi mentalnya. Kami berharap dia tidak usah lama-lama untuk sakit,” pungkasnya.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *