PariwisataBeritaEkonomi

Turis Korea dan Eropa Dominasi Hunian Hotel Grand Luley Manado

×

Turis Korea dan Eropa Dominasi Hunian Hotel Grand Luley Manado

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id— Wisatawan mancanegara asal Korea dan Eropa mendominasi tingkat hunian di Hotel Grand Luley Manado dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini turut menopang okupansi hotel yang masih stabil di atas 50 persen, Sabtu (15/8/2026).

FB Supervisor Hotel Grand Luley Manado, Bonny Irawan, mengatakan komposisi tamu hotel saat ini didominasi wisatawan asing dengan persentase sekitar 60 persen, sementara wisatawan domestik mencapai 40 persen.

“Hunian 60 persen dari asing, 40 persen dari domestik. Total dalam kurun waktu dua bulan ini sekitar 400 orang wisatawan mancanegara yang didominasi Korea dan Eropa,” ujar Bonny.

Menurutnya, kunjungan wisatawan mancanegara dalam dua bulan terakhir relatif stabil. Tingginya kunjungan wisatawan Korea dan Eropa juga dipengaruhi musim panas yang sedang berlangsung di negara-negara tersebut.

“Kalau untuk dua bulan terakhir stabil pengunjungnya, ya itu yang dari Korea sama dari Eropa karena ini kebetulan lagi musim panas jadi banyak. Kalau untuk okupansi huniannya masih stabil, kita di atas 50 persen,” katanya.

Untuk wisatawan lokal, tarif kamar di Grand Luley Manado disebut mulai dari Rp600 ribu. Tamu domestik umumnya menginap selama satu malam, khususnya pada akhir pekan.

Sementara itu, wisatawan Korea rata-rata menginap selama tiga malam. Berbeda dengan wisatawan Eropa yang memiliki pola menginap lebih panjang, bahkan dapat mencapai 20 hari tergantung aktivitas selama berada di Manado.

Bonny juga menyebut tingkat hunian pada periode long weekend dapat mencapai kondisi penuh. Bahkan, pihak hotel harus melakukan penolakan terhadap sebagian permintaan reservasi karena keterbatasan kamar, khususnya untuk mengakomodasi wisatawan mancanegara.

Salah satu daya tarik yang membuat wisatawan memilih Grand Luley Manado adalah lokasinya yang dekat dengan akses menuju Bunaken serta beragam aktivitas wisata yang tersedia.

Selain aktivitas laut, hotel juga menyediakan berbagai pilihan kegiatan bagi tamu yang tidak ingin beraktivitas di laut, termasuk kegiatan menggunakan kayak dan speed boat.

Pemandangan matahari terbenam juga menjadi salah satu pengalaman yang banyak diminati wisatawan. Hotel bahkan memiliki program romantic dinner yang berlangsung sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WITA sambil menikmati panorama sunset.

Tak hanya sunset, pemandangan sunrise juga menjadi daya tarik tersendiri. Posisi matahari terbit dapat terlihat dari arah belakang Gunung Kumba, sementara matahari terbenam mengarah ke kawasan Manado Tua.

“Sunset-nya selama ini belum pernah gagal. Sunrise-nya juga bagus. Kalau kamera biasa foto banyak yang pikir itu sunset, malah sunrise,” ungkap Bonny.

Memasuki momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Grand Luley Manado juga menghadirkan promo khusus 17 Agustus atau promo Merdeka bagi para tamu.

Dengan stabilnya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Korea dan Eropa, sektor perhotelan di Manado turut merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas pariwisata di Sulawesi Utara.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *