Berita

Kapolda Sulut: Kemerdekaan Sejati Dimulai dari Hati dan Pikiran

×

Kapolda Sulut: Kemerdekaan Sejati Dimulai dari Hati dan Pikiran

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id— Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, Irjen Pol DR. Roycke Langie, mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam. Menurutnya, kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari belenggu duniawi, tetapi juga kebebasan hati, pikiran, dan iman, Senin (17/8/2026).

Pesan tersebut disampaikan Irjen Pol Roycke Langie saat mengikuti Ibadah Minggu bersama keluarga dan rombongan di GMIM Yarden Singkil, Kampung Islam, Kota Manado, Minggu (16/8/2026), menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbaur bersama jemaat, Kapolda Sulut mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif serta menjaga persatuan dan keamanan lingkungan.

“Mari kita maknai bahwa kemerdekaan itu bukan sekadar terlepas dari belenggu duniawi, tetapi kemerdekaan itu harus kita isi. Kalau kita berbicara tentang kemerdekaan, ada satu proses panjang di dalamnya, salah satunya adalah kemerdekaan iman,” ujar Roycke.

Ia menekankan, sikap saling curiga antarsesama menjadi salah satu tanda bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya dimaknai dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika di antara kita kadang-kadang masih saling curiga, itu berarti hati kita belumlah merdeka sepenuhnya,” tegasnya.

Tiga Pilar Keamanan

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulut juga memaparkan tiga indikator penting untuk menciptakan wilayah yang aman dan kondusif, yakni personal security, infrastructure security, dan digital security.

Personal security atau keamanan individu berarti setiap warga harus merasa aman saat menjalankan aktivitas, baik di tempat ibadah, kantor, pusat perbelanjaan maupun lingkungan tempat tinggal.

Selanjutnya, infrastructure security berkaitan dengan tersedianya fasilitas umum yang memadai. Menurutnya, kondisi infrastruktur seperti jalan yang rusak maupun minimnya penerangan dapat menjadi faktor yang memicu kecelakaan ataupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sementara digital security menjadi perhatian khusus di tengah pesatnya penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi.

Kapolda mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.

“Coba Bapak/Ibu cek HP masing-masing. Rata-rata satu orang memiliki minimal 11 grup WhatsApp. Mulai dari grup kampung, alumni, hingga keluarga. Bayangkan jika di 11 grup itu masing-masing berisi 50 orang, betapa cepatnya informasi menyebar,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga keamanan digital mulai dari diri sendiri.

“Di situlah pentingnya kita menjaga digital security mulai dari jari dan diri kita masing-masing. Pikiran kita harus jernih dan bersih,” pesannya.

Ajak Warga Jaga Persatuan

Kapolda juga menyampaikan keprihatinannya terhadap perselisihan antarwarga yang sempat terjadi. Menurutnya, pertemuan warga maupun kegiatan ibadah seharusnya menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan membangun persaudaraan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan setiap pertemuan sebagai momentum baku dapa, baik secara fisik maupun iman, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

Menurut Roycke, menjaga keamanan dan mengisi kemerdekaan bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Keluarga Jadi Sekolah Iman

Kapolda kemudian mengajak masyarakat menjadikan keluarga sebagai “sekolah iman” dalam membentuk karakter anak-anak agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ia menilai pendidikan di lingkungan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, serta mampu menjaga lingkungan sekitarnya.

Sebagai penutup, Roycke mengambil pelajaran dari kisah Alkitab ketika Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani dan mengingatkan para murid untuk senantiasa berjaga-jaga.

“Begitu pula dengan kita, mari kita saling menjaga wilayah kita. Sikap berjaga-jaga ini dimulai dari diri sendiri, lalu kita tularkan ke keluarga kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan potensi gangguan keamanan maupun hal mencurigakan kepada petugas, aparat desa, atau pihak berwenang.

Pesan tersebut menjadi ajakan Kapolda Sulut agar momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diisi dengan menjaga persatuan, keamanan, ketertiban, serta membangun kehidupan masyarakat yang saling menghargai.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *