Olahraga

Binter Ternate Tekuk Persipal Palu 2-1 di Laga Perdana Soeratin U-15 Zona 7

×

Binter Ternate Tekuk Persipal Palu 2-1 di Laga Perdana Soeratin U-15 Zona 7

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – SSB Binter Ternate mengawali perjalanan di Piala Soeratin U-15 Zona 7 2026 dengan kemenangan. Menghadapi Persipal Palu pada laga pembuka di Stadion Klabat Manado, Jumat (2/10/2026), wakil Maluku Utara itu menang 2-1.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Binter dalam persaingan menuju putaran nasional. Dalam format kompetisi Zona 7, setiap pertandingan menjadi penting karena persaingan untuk menjadi wakil yang melaju ke seri nasional berlangsung ketat.

Binter langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Baru lima menit laga berjalan, Ubaidila Supriadi berhasil mencetak gol pembuka dan membawa Binter Ternate unggul 1-0.

Gol cepat tersebut membuat permainan Binter semakin percaya diri. Kapten Ghadri Djibran tampil sebagai pengatur tempo permainan dengan mengalirkan bola dari lini tengah sekaligus menghubungkan lini tengah dan lini depan.

Persipal Palu lebih banyak bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Hingga babak pertama berakhir, Binter masih mampu mempertahankan keunggulan.

Memasuki babak kedua, Persipal mencoba meningkatkan tekanan. Namun, pertahanan Binter yang dikawal Muhamad Ghilby dan Alfin Suaib mampu meredam sejumlah serangan lawan.

Binter justru kembali mendapatkan peluang dari situasi bola mati. Pelanggaran di sekitar tiga perempat lapangan membuat Binter memperoleh tendangan bebas.

Ubaidila Supriadi kembali dipercaya sebagai eksekutor. Tendangan jarak jauhnya mengarah ke gawang dan bola memantul di permukaan lapangan sebelum diantisipasi penjaga gawang Persipal.

Bola sempat diamankan, namun hakim garis menilai bola telah melewati garis gawang. Wasit David Son Sasube kemudian mengesahkan gol tersebut dan Binter memperlebar keunggulan menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Persipal meningkatkan agresivitas. Pergerakan para pemain sayap mulai dimaksimalkan untuk membuka ruang dan membangun serangan dari sisi lapangan.

Upaya Persipal membuahkan hasil pada menit ke-76 setelah mereka mendapatkan hadiah penalti. Putra Setiawan yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Persipal terus berupaya mencari gol penyeimbang, sementara Binter berusaha mempertahankan keunggulan dan mengandalkan serangan balik.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit David Son Sasube, skor 2-1 untuk Binter Ternate tetap bertahan.

Pelatih SSB Binter Ternate U-15, Iksan Sania, mengakui timnya menghadapi sejumlah kendala sebelum pertandingan karena beberapa pemain berada dalam kondisi kurang fit.

“Sejujurnya, H-1 sebelum pertandingan saya cukup khawatir karena ada beberapa pemain yang sedang sakit. Namun, karena tidak ada pilihan lain, saya bersama manajer mengambil keputusan untuk tetap memainkan pemain yang kondisinya belum 100 persen fit,” kata Iksan.

Menurutnya, semangat dan kerja sama tim menjadi salah satu faktor yang membantu Binter meraih kemenangan.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama tim yang baik dan semangat para pemain, kami bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Iksan juga memberikan apresiasi terhadap permainan Persipal Palu.

“Saya mengakui tim lawan cukup bagus. Mereka memiliki skill, kekompakan, dan semangat. Menit-menit akhir kami juga sempat kewalahan, tetapi alhamdulillah kami masih diberikan rezeki untuk memenangkan tiga poin,” katanya.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada para pemainnya atas perjuangan sepanjang pertandingan.

“Sekali lagi saya berterima kasih kepada anak-anak atas perjuangan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Persipal U-15 mengakui perjalanan menuju Manado menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pemain.

“Perjalanan kami cukup berat. Itu yang menjadi salah satu hal yang kami pikirkan sejak malam sebelum pertandingan,” ujarnya.

Meski kalah, ia melihat adanya perubahan permainan pada babak kedua setelah dilakukan sejumlah rotasi.

“Pemain-pemain di babak kedua lebih hidup dan lebih agresif secara strategi. Kami melakukan beberapa rotasi dan akhirnya bisa mendapatkan hasil maksimal dari kondisi anak-anak yang masih dipengaruhi perjalanan,” katanya.

Ia juga menyoroti dua gol yang bersarang di gawang Persipal yang berasal dari situasi bola mati.

“Memang benar, dua gol yang kami terima berasal dari bola mati. Kami akan melakukan evaluasi, termasuk kesiapan dan kondisi penjaga gawang. Saat pertandingan tadi, beberapa pemain masih terlihat kurang stabil dalam membaca arah bola,” jelasnya.

Pelatih Persipal menegaskan timnya akan melakukan evaluasi dan berusaha tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

“Insyaallah, kami akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan tim untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *