Olahraga

Sulut FC Selamat dari Kekalahan, Tahan Boliyohuto 1-1 di Piala Soeratin U-15 Zona 7

×

Sulut FC Selamat dari Kekalahan, Tahan Boliyohuto 1-1 di Piala Soeratin U-15 Zona 7

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id — Sulut FC nyaris menelan kekalahan pada laga kedua Piala Soeratin U-15 Zona 7 2026. Sempat tertinggal hingga menit-menit akhir, tuan rumah akhirnya bangkit dan memaksakan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Boliyohuto FC Gorontalo di Stadion Klabat Manado, Jumat (2/10/2026).

Sulut FC tampil agresif sejak awal pertandingan dengan mengambil inisiatif serangan. Tuan rumah berupaya menciptakan gol cepat melalui transisi menyerang dan pergerakan pemain dari lini kedua.

Namun, Boliyohuto FC mampu bermain lebih tenang. Skema 4-3-3 yang diterapkan membuat permainan mereka tetap seimbang. Serangan Sulut FC yang mencoba masuk ke sepertiga akhir beberapa kali berhasil diputus barisan pertahanan Boliyohuto.

Meski lebih dominan dalam penguasaan bola, Sulut FC kesulitan menciptakan peluang bersih. Hafidz Basuki dan Bryan Wambrauw yang menjadi motor serangan tuan rumah mendapat pengawalan ketat.

Sebaliknya, Boliyohuto memilih bermain sabar dan memanfaatkan ruang di sisi sayap ketika mendapatkan kesempatan.

Kedua tim juga melakukan rotasi pemain. Boliyohuto memasukkan Farel Potale menggantikan Geral van Mahmud di lini depan, sementara Sulut FC menurunkan Gilchrist Lalimbat pada menit ke-38 untuk menambah daya gedor.

Memasuki penghujung babak pertama, Boliyohuto justru berhasil mencuri momentum.

Pada menit ke-42, terjadi kemelut di depan gawang Sulut FC. Putra Novrian Madina menjadi pemain yang paling cepat membaca situasi dan memanfaatkan bola liar untuk membawa Boliyohuto unggul 1-0.

Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Sulut FC meningkatkan intensitas serangan. Kecepatan Bryan Wambrauw beberapa kali mampu membongkar pertahanan Boliyohuto, tetapi penyelesaian akhir belum membuahkan gol.

Tekanan Sulut FC semakin kuat memasuki 15 menit terakhir pertandingan. Situasi semakin menguntungkan tuan rumah setelah Muh Fadil Adam menerima kartu kuning kedua pada menit ke-83 sehingga Boliyohuto harus bermain dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Sulut FC. Fidel Lalimbat didorong lebih ke depan untuk menambah opsi serangan di dalam kotak penalti.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Pada menit ke-88, Fidel Lalimbat berhasil lolos dari pengawalan pemain belakang Boliyohuto. Pemain bernomor punggung 26 itu kemudian dengan tenang menaklukkan penjaga gawang lawan.

GOOOL! Sulut FC menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Sulut FC masih berusaha mencari gol kemenangan, sementara Boliyohuto bertahan rapat untuk mengamankan satu poin.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.

Pelatih Sulut FC, Rommy Kurniawan, bersyukur atas hasil yang diraih timnya, meski mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

“Puji Tuhan hasil hari ini cukup memuaskan, walaupun ada sedikit masalah yang terjadi di dalam. Jadi banyak lagi yang harus dikoreksi. Dengan hasil tadi, kami upayakan match kedua lebih baik lagi,” ujar Rommy.

Rommy mengatakan pertandingan berikutnya akan dipersiapkan dengan lebih matang. Ia juga menegaskan target Sulut FC adalah meraih tiga poin.

“Match kali ini sangat bagus dan kami akan memberi persiapan yang lebih bagus lagi. Karena match hari ini tegang,” katanya.

Menurut Rommy, timnya juga telah mempelajari gaya bermain Persipal Palu sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.

“Match kedua nanti harga mati tiga poin,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Boliyohuto FC U-15, Kamel Dukalang, mengaku bersyukur timnya mampu mendapatkan satu poin saat menghadapi tuan rumah.

“Alhamdulillah, kita dapat satu poin yang sangat berharga. Pertandingan hari ini sungguh luar biasa, apalagi kita melawan tuan rumah,” ujar Kamel.

Kamel menyebut kartu merah yang diterima salah satu pemainnya menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.

“Yang jelas kami tetap akan evaluasi. Apalagi di pertandingan pertama ini kami kehilangan satu pemain karena kartu merah. Jadi mau tidak mau akan kami evaluasi untuk pertandingan kedua,” katanya.

Kapten Boliyohuto FC, Daffa Hasan, juga mensyukuri tambahan satu poin yang diraih timnya.

“Alhamdulillah tim saya bisa mendapatkan poin pada hari ini, tapi belum rezeki untuk menang kali ini,” ujar Daffa.

Ia memastikan timnya akan berusaha tampil maksimal pada pertandingan berikutnya.

“Insyaallah di pertandingan kedua kami akan memberikan yang terbaik untuk provinsi kami,” katanya.

Hasil imbang ini membuat persaingan Piala Soeratin U-15 Zona 7 2026 semakin ketat. Sebelumnya, Akademi Binter Ternate berhasil mengalahkan Persipal Palu dengan skor 2-1 dan mengantongi tiga poin.

Dengan persaingan yang ketat dan hanya juara grup yang berhak melangkah ke putaran nasional, setiap pertandingan berikutnya menjadi penting bagi Sulut FC, Boliyohuto FC, Persipal Palu, dan Akademi Binter Ternate untuk menjaga peluang lolos ke Seri Nasional Piala Soeratin U-15 2026.(Ikel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *