RagamSulut.co.id– Persipal U15 menutup laga terakhir penyisihan grup putaran nasional Piala Soeratin U15 Zona 7 Sulawesi Utara dengan pesta gol. Persipal menang telak 6-1 atas Boliyohuto FC U15 di Stadion Klabat Manado, Selasa (6/10/2026).
Persipal tampil agresif sejak awal pertandingan. Ahmad Rifal membuka keunggulan pada menit ke-8. Boliyohuto FC sempat menyamakan kedudukan melalui Suleman Ahmad pada menit ke-15.
Namun, Persipal kembali mengambil kendali permainan. Putra Setiawan mencetak gol pada menit ke-25, disusul Mohammad Kaffa Albirah semenit kemudian.
Raehan kemudian menambah keunggulan Persipal pada menit ke-30. Ahmad Rifal kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-34 untuk membawa Persipal unggul 5-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Raehan mencetak gol keduanya pada menit ke-46 sekaligus memastikan kemenangan Persipal dengan skor 6-1.
Meski meraih kemenangan besar, Persipal U15 gagal menjadi juara grup. SSB Binter keluar sebagai pemuncak klasemen dan berhak melaju ke babak 8 besar yang akan digelar di IKN, Kalimantan Timur.
Pelatih Persipal U15, Fahmid, mengaku pertandingan tersebut terasa berbeda dan menyayangkan situasi yang terjadi.
“Kalau tanggapan saya, hari ini saya katakan mungkin kayak seperti aneh pertandingan,” ujar Fahmid.
Menurutnya, Persipal tetap memiliki ambisi untuk memenangkan pertandingan dan menjadi juara grup.
“Siapa dalam sepak bola tidak mau menang, tidak juara? Kami ingin kami peringkat pertama. Itu makanya saya katakan tadi memang sangat disayangkan dengan ini, aneh,” katanya.
Fahmid juga mengapresiasi kemenangan timnya, namun menyayangkan kondisi pemain Boliyohuto FC yang disebut tidak sepenuhnya fit.
“Kalau respek kami, seandainya tim cukup, kami memang apresiasi bisa menang juga. Cuma pertimbangan kami itu adalah pemasukan. Itu saya sayangkan sekali,” ujarnya.
“Namanya juga manusia, tapi pemain katanya pemain lawan itu kurang sehat, pemain yang tidak sehat. Itu saya sayangkan,” tambah Fahmid.
Sementara itu, kapten Persipal U15 Mohammad Kaffa Albirah mengatakan para pemain telah tampil dengan semangat tinggi. Namun, ia juga mengaku pertandingan tersebut terasa berbeda bagi timnya.
“Kita sudah semangat buat pemain, hanya sayangnya pertandingan kita merasa aneh. Kita merasa dirugikan karena pertandingan tadi sebenarnya kita bisa menang lebih banyak lagi, cuma ya kita mau apa,” kata Kaffa.
Di sisi lain, Asisten Pelatih Boliyohuto FC U15, Roly Lumula, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan tuan rumah Zona 7 Sulawesi Utara yang telah membantu timnya selama mengikuti kompetisi.
“Yang pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, tuan rumah Zona 7 Sulawesi Utara, panitia dan seluruh jajaran. Kami mengucapkan terima kasih telah membantu selama kami di sini,” ujar Roly.
Ia mengakui kondisi kebugaran pemain menjadi salah satu kendala Boliyohuto FC pada laga terakhir.
“Akan tetapi jujur hari ini match terakhir kurang fit seluruh pemain, maka banyak yang sakit,” katanya.
Roly berharap pengalaman yang didapat Boliyohuto FC selama tampil di putaran nasional Piala Soeratin U15 dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Insyaallah harapan kita ke depan, semoga pengalaman yang kita dapat di sini akan kita perbaiki ke depan nanti,” pungkasnya.(Ikel)











