RagamSulut.co.id – Event bertema kerajaan abad pertengahan, Sulut Kingdom Of Myth, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai festival medieval pertama dan pelopor utama di ‘Bumi Nyiur Melambai’, Minggu (22/2/2026).
Hal ini terlihat dari konsistensi konsep serta meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
Ketua Panitia Indah Jhosepin Mabui menuturkan Festival ini diselenggarakan di Rumah Alam, Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan mengusung tema era medieval yang dikemas secara menyeluruh.
“Sejak awal digelar, konsep yang dihadirkan tidak hanya sebatas hiburan, melainkan menjadi identitas utama yang terus dipertahankan oleh penyelenggara,”ujar Indah
Penyelenggara menyebutkan bahwa fokus utama acara ini adalah menghadirkan pengalaman tematik yang autentik dan berkelas.
“Komitmen tersebut diwujudkan melalui perencanaan matang serta pengembangan konsep yang berkelanjutan di setiap pelaksanaan event,”terangnya.
Hadirkan Nuansa Kerajaan Abad Pertengahan Secara Menyeluruh
Sulut Kingdom Of Myth menghadirkan suasana khas abad pertengahan melalui berbagai elemen pendukung. Mulai dari dekorasi hingga tata panggung dirancang untuk menciptakan atmosfer kerajaan yang kuat dan imersif.
“Setiap sudut lokasi acara dipenuhi ornamen bernuansa medieval yang disesuaikan dengan karakter era ksatria dan bangsawan. Hal ini memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi para pengunjung,”tutur Indah.
Selain itu, kostum para peserta menjadi salah satu daya tarik utama. Beragam karakter ditampilkan, mulai dari prajurit dengan zirah, bangsawan kerajaan, hingga tokoh fantasi yang memperkaya suasana acara.
“Pendekatan ini menjadikan Sulut Kingdom Of Myth tidak hanya sekadar festival biasa, tetapi juga sebuah pengalaman tematik yang dirancang secara detail dan terstruktur,”katanya.
Konsistensi Konsep Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan Sulut Kingdom Of Myth tidak lepas dari konsistensi penyelenggara dalam mempertahankan konsep utama. Tema kerajaan abad pertengahan dijadikan fondasi dalam setiap aspek acara, bukan hanya sebagai elemen tambahan.
“Penyelenggara menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama. Setiap detail, mulai dari visual hingga konsep acara, disusun dengan pendekatan profesional agar tetap selaras dengan tema yang diusung,”ucap Indah.
Konsistensi tersebut menjadi pembeda signifikan dibandingkan event lain yang mengangkat tema serupa secara terbatas.
“Sulut Kingdom Of Myth justru membangun identitas yang kuat melalui konsep yang berkesinambungan,”jelasnya.
Dorong Pertumbuhan Industri Kreatif Lokal
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, Sulut Kingdom Of Myth juga memberikan dampak positif bagi perkembangan industri kreatif di daerah. Event ini melibatkan berbagai komunitas dan pelaku usaha lokal.
“Kolaborasi dilakukan dengan komunitas cosplay, seniman, fotografer, hingga pelaku UMKM. Sinergi ini menciptakan ruang baru bagi para kreator untuk menampilkan karya sekaligus memperluas jaringan,”bebernya.
Bagi pelaku usaha, kehadiran event ini membuka peluang ekonomi melalui peningkatan aktivitas perdagangan selama acara berlangsung.
“Komunitas kreatif juga mendapatkan wadah untuk berekspresi secara lebih luas,”tambahnya.
Jadi Rujukan Event Bertema Medieval di Sulut
Dengan identitas yang kuat, Sulut Kingdom Of Myth kini menjadi acuan dalam penyelenggaraan event bertema medieval di Sulawesi Utara. Konsep yang dihadirkan dinilai mampu memberikan standar baru dalam dunia event tematik.
“Keunggulan utamanya terletak pada konsistensi tema yang diterapkan secara menyeluruh, baik dari sisi visual, konsep acara, maupun pengalaman pengunjung,”ucapnya.(Ikel)











