RagamSulut.co.id – Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hasan, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit usai timnya tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026. Mesir harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar, Rabu (8/7/2026).
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Hossam mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh pemain, staf pelatih, manajemen, hingga tim medis yang telah membawa Mesir melangkah sejauh ini dengan kekuatan pemain-pemain yang seluruhnya berasal dari kompetisi domestik.
“Alhamdulillah, hari ini saya berdiri bersama para pemain lokal kami. Mereka mampu menghadapi para pemain terbaik dan termahal di dunia. Mereka menunjukkan bahwa kerja keras dan semangat bisa membawa kami bersaing di level tertinggi,” ujar Hossam.
Meski mengapresiasi perjuangan anak asuhnya, Hossam menegaskan hasil pertandingan tidak mencerminkan jalannya laga. Menurutnya, Mesir tampil lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, namun harus menerima kenyataan pahit akibat keputusan-keputusan yang dinilainya merugikan.
Ia bahkan menuding tekanan yang diberikan kubu Argentina sebelum pertandingan telah memengaruhi kepemimpinan wasit.
“Sangat jelas ada tekanan kepada wasit sebelum pertandingan. Kami bermain lebih baik, tetapi hasil pertandingan dipengaruhi faktor-faktor di luar kemampuan pemain kami,” tegasnya.
Hossam juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap penggunaan VAR yang dinilai tidak konsisten. Ia menyebut Mesir kehilangan sedikitnya dua peluang penalti, sementara gol kedua timnya yang seharusnya membuat keunggulan 2-0 justru dianulir setelah intervensi VAR.
Menurutnya, ketika timnya membutuhkan pemeriksaan ulang terhadap insiden di kotak penalti, wasit sama sekali tidak berinisiatif melihat monitor VAR. Sebaliknya, teknologi tersebut dinilai bekerja sangat cepat saat harus menganulir gol Mesir.
“Tidak ada rasa hormat. Tidak ada fair play hari ini. Dunia ini masih belum adil,” kata Hossam dengan nada emosional.
Pelatih berusia veteran itu mengaku tidak bisa menerima hasil pertandingan tersebut. Baginya, Mesir layak keluar sebagai pemenang atas penampilan yang telah diperlihatkan selama 90 menit.
“Saya bangga kepada para pemain saya, tetapi saya tidak bisa menerima apa yang terjadi di pertandingan ini. Kami tidak kalah karena permainan, tetapi karena keputusan-keputusan yang kami anggap merugikan,” ujarnya.
Hossam menolak menyebut kekalahan itu sebagai sekadar nasib buruk. Ia bahkan menegaskan Mesir telah menjadi korban keputusan yang menurutnya disengaja.
“Saya tidak akan mengatakan kami hanya kurang beruntung. Hari ini kami dizalimi oleh keputusan-keputusan yang disengaja. Kami pulang dengan kepala tegak, tetapi hasil ini jauh dari nilai fair play yang selalu digaungkan,” tandas Hossam.
Kekalahan 2-3 dari Argentina mengakhiri perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026. Meski tersingkir, penampilan para pemain lokal Mesir mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit terakhir melawan salah satu favorit juara dunia.(Ikel)











