RagamSulut.co.id – Dunia tinju Sulawesi Utara kembali kedatangan petinju muda berbakat, penerus ‘Israellah Saweho’ bintang tinju kebanggaan warga kawanua, Selasa (17/2/2026).
‘Srikandi Ring’ itu bernama Janeta Triniti Karissa Wuwungan, petinju wanita berusia 12 tahun yang mulai mencuri perhatian lewat latihan dan pembinaan di Sasana Wulungan Boxing Camp.
Janeta, remaja perempuan yang masih duduk di bangku SMP Negeri 17 Manado, mengaku tertarik pada olahraga tinju karena memang menyukainya sejak awal.
Meski tinju kerap identik dengan olahraga keras dan dominan laki-laki, Janeta justru membuktikan bahwa perempuan juga mampu bersaing di atas ring.
“Papa mantan petinju, jadi mungkin darah tinju sudah mengalir sejak lahir”, kata Janeta malu-malu.
Meski masih belia, dia tak takut untuk berlaga di ajang tinju terbuka “Boxing on the street” (BOTS) , yang digelar di God Bless Park Manado, 16-17 Februari ini.
“Dia suka tinju, memang dari kemauan sendiri,” ungkap Hengky Wuwungan, pelatih Janeta dari Wuwungan Boxing camp Manado.
Pembinaan atlet muda seperti Janeta menjadi bagian dari program Sasana Wulungan Boxing Camp yang selama ini fokus membina petinju dari usia dini, mulai dari kategori schoolboys usia 8 tahun hingga jenjang elit dan senior.
Kepala pelatih Sasana Wulungan Boxing Camp, Hengki Wulungan, mengatakan bahwa sasana tersebut terus mengasah kemampuan anak-anak untuk persiapan berbagai ajang besar, mulai dari kejuaraan daerah hingga peluang masuk Pelatnas.
“Kita mengasah untuk persiapan ke depan, mulai dari Porprov, PON, bahkan mudah-mudahan bisa sampai ke Pelatnas jangka panjang,” ujar Hengki.
Menurut Hengki, banyak anak-anak datang ke sasana karena awalnya hanya suka berkelahi atau mencari kegiatan positif. Namun setelah dilatih dengan benar, mereka justru menunjukkan potensi besar untuk berprestasi.
“Anak-anak sekolah ini biasa ada yang berani, ada yang suka berantem, tapi datang untuk latihan dan akhirnya mau berprestasi,” tambahnya.
Saat ini, Sasana Wulungan Boxing Camp membina sekitar 19 atlet muda. Hengki juga menegaskan bahwa pihaknya terus meyakinkan para orang tua agar tidak takut memasukkan anak ke olahraga tinju.
“Tinju memang identik dengan kekerasan, tapi di sisi lain olahraga ini menjanjikan. Bisa berprestasi, ada jalur prestasi masuk tentara, polisi, dan sebagainya,” jelasnya.
Hengki Wulungan sendiri merupakan mantan juara IBF Pan Pacific dan telah melatih selama kurang lebih 20 tahun. Sasana yang berlokasi di wilayah Bahu dan Malalayang ini menjadi salah satu pusat pembinaan tinju yang terus melahirkan atlet potensial di Sulawesi Utara.
Dengan munculnya petinju muda seperti Janeta, harapan baru bagi perkembangan tinju wanita di daerah pun semakin terbuka lebar.(Ikel)











