Olahraga

Rudi Garcia Bangga dengan Perjuangan Belgia Meski Gagal ke Semifinal Piala Dunia 2026

×

Rudi Garcia Bangga dengan Perjuangan Belgia Meski Gagal ke Semifinal Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meski harus tersingkir di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Spanyol di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026).

Dilansir dari Channel FIFA, Garcia menilai Belgia telah menunjukkan perkembangan sepanjang turnamen dan tidak perlu merasa malu meski gagal melaju ke babak semifinal.

“Cukup sederhana, kita bisa bangga dengan perjalanan kita di Piala Dunia ini. Tim terus berkembang dan belajar dari kekalahan. Saya rasa kami tidak perlu malu karena mampu menghadapi Spanyol secara langsung dan memberikan perlawanan,” ujar Garcia.

Namun, pelatih berusia 62 tahun itu mengungkapkan timnya dihantam berbagai kendala selama pertandingan. Belgia kehilangan kapten sebelum kick-off, kemudian penjaga gawang mengalami cedera pada babak kedua, serta harus menarik keluar Kevin De Bruyne lebih cepat dari rencana.

“Kami mengalami terlalu banyak nasib buruk yang merugikan. Kehilangan kapten sebelum pertandingan dimulai, kehilangan penjaga gawang di babak kedua, dan harus mengganti Kevin De Bruyne lebih awal. Itu sangat memengaruhi permainan kami,” katanya.

Garcia juga menyoroti keputusan wasit Michael Oliver yang tidak memberikan penalti setelah insiden handball yang menurutnya dilakukan oleh Rodri di dalam kotak terlarang. Ia mempertanyakan fungsi Video Assistant Referee (VAR) dalam situasi tersebut.

“Menurut saya, handball itu sangat jelas. Jika wasit tidak melihatnya, untuk apa ada VAR? Selama aturan handball tidak dibuat lebih tegas, kontroversi seperti ini akan terus terjadi,” tegas Garcia.

Meski demikian, ia memilih tidak terus memperdebatkan keputusan tersebut dan mengakui bahwa Belgia juga melakukan sejumlah kesalahan yang dimanfaatkan Spanyol.

“Untuk mengalahkan tim seperti Spanyol, Anda tidak boleh mengalami nasib buruk dan tidak boleh melakukan kesalahan. Kami melakukan beberapa kesalahan yang akhirnya berakibat fatal,” ujarnya.

Garcia optimistis kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda Belgia. Di sisi lain, ia mengaku sedih karena turnamen ini kemungkinan menjadi kompetisi internasional terakhir bagi beberapa pemain senior.

“Saya kecewa untuk para pemain berpengalaman yang mungkin tidak akan kembali lagi ke tim nasional. Mereka layak melangkah lebih jauh setelah semua yang telah mereka berikan,” katanya.

Meski gagal melaju ke semifinal, Garcia menilai Belgia telah menunjukkan karakter dan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan.

“Kami mampu memberikan perlawanan, menekan Spanyol, dan menyulitkan mereka. Bahkan, kami memiliki peluang untuk unggul lebih dulu pada menit ke-60. Namun, hasil akhirnya sudah menjadi bagian dari sejarah yang tidak bisa diubah,” tutup Garcia.

Pada laga tersebut, Spanyol memastikan tiket ke semifinal setelah menang 2-1 atas Belgia. La Roja unggul melalui gol Fabian Ruiz pada menit ke-30 dan Mikel Merino pada menit ke-88, sementara satu-satunya gol Belgia dicetak oleh Charles De Ketelaere.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *