Berita

Survei DEN: Program MBG Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal

×

Survei DEN: Program MBG Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkap hasil survei independen terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah, Rabu (10/6/2026).

Sekretaris DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa survei tersebut dibiayai langsung oleh DEN dan dilakukan secara independen dengan mengambil sampel secara acak di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Septian, salah satu temuan utama dari survei tersebut adalah tingginya keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok Program MBG. Sebanyak 86,9 persen SPPG tercatat memiliki setidaknya satu pemasok dari kalangan usaha kecil yang berada di sekitar lokasi operasional.

“Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini paling tidak memiliki satu supplier kecil. Kalau dihitung secara rata-rata ada tiga UMKM yang digandeng oleh SPPG ini,” ujar Septian.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga mampu menciptakan rantai pasok baru yang melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari ekosistem program.

DEN juga menemukan bahwa sekitar 65 persen UMKM yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan SPPG berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi operasional SPPG. Hal ini dinilai memperkuat perputaran ekonomi di daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat.

“Nah, yang lebih menarik ada sekitar 65 persen sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada. Jadi ini bukan supplier besar yang masuk, tetapi UMKM yang memang berada di lokasi tersebut,” jelasnya.

Selain berdampak pada pengembangan usaha kecil, Program MBG juga terbukti berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Berdasarkan hasil survei, hampir seluruh tenaga kerja yang bekerja di SPPG berasal dari lingkungan sekitar.

“Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja, itu hampir 99 persen memang dari warga sekitar,” kata Septian.

Meski demikian, DEN menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, terutama terkait akses permodalan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jenis produk yang dapat dipasok kepada SPPG.

DEN juga menilai efek berganda yang dihasilkan Program MBG turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Septian, aktivitas ekonomi yang tercipta melalui keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi ini kami juga melihat, ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan kita mencapai 5,61 persen,” ujarnya.

Hasil survei independen tersebut telah disampaikan kepada Prabowo Subianto sebagai bahan evaluasi untuk memastikan Program MBG tidak hanya berhasil dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah.

DEN menegaskan bahwa Program MBG kini tidak hanya menghadirkan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(Ikel)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *