RagamSulut.co.id– Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya setelah menutup Piala Dunia 2026 dengan meraih peringkat ketiga. Inggris mengalahkan Prancis dengan skor 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026).
Dikutip dari konferensi pers yang disiarkan melalui FIFA, Tuchel menyebut pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Inggris.
“Tahun 1966. Lihat kembali turnamen itu dan yakinlah bahwa ini adalah sebuah kesuksesan. Ini adalah medali pertama Inggris dalam 60 tahun Piala Dunia di tanah asing,” ujar Tuchel.
Meski puas dengan hasil tersebut, pelatih asal Jerman itu mengakui rasa kecewa karena target utama Inggris sejak awal adalah mencapai final dan menjadi juara dunia.
“Saya berharap suatu hari nanti para pemain benar-benar bangga dengan pencapaian ini. Kami sangat kompetitif. Selama 18 bulan terakhir kami menetapkan tujuan tertinggi, yaitu mencapai final dan memenangkan Piala Dunia. Karena itu, ketika gagal, rasanya sangat menyakitkan,” katanya.
Menurut Tuchel, luka akibat kegagalan di semifinal memang masih terasa. Namun, ia percaya pengalaman tersebut akan menjadi pelajaran berharga bagi tim.
“Bekas luka itu akan tetap ada untuk sementara waktu. Itulah olahraga di level tertinggi. Kami tidak bisa terlalu larut dalam kegagalan ataupun terlalu berlebihan dalam keberhasilan,” jelasnya.
Tuchel juga memberikan apresiasi atas mentalitas para pemain yang tetap tampil maksimal meski menghadapi kondisi fisik yang tidak ideal.
Ia mengungkapkan Inggris memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dibanding lawannya, menempuh perjalanan lebih jauh, bermain di kondisi cuaca yang berat, bahkan harus melalui pertandingan hingga perpanjangan waktu dan sempat bermain dengan 10 pemain pada laga sebelumnya.
“Namun kami kembali menemukan jalan untuk menang. Mentalitas para pemain luar biasa. Mereka mampu bangkit dan menunjukkan karakter ketika situasi tidak mudah,” ungkap Tuchel.
Pelatih berusia 52 tahun itu turut mengonfirmasi bahwa salah satu pemainnya, Kobe, tidak dapat dimainkan akibat cedera punggung yang dialami saat sesi latihan terakhir sebelum pertandingan.
“Kobe mengalami cedera pada sesi latihan terakhir kemarin pagi. Ia merasakan nyeri tajam di punggung sehingga tidak siap untuk bermain,” jelasnya.
Tuchel juga menyinggung suasana usai kekalahan dari Argentina di semifinal yang dinilainya terlalu dipenuhi pesimisme.
“Konferensi pers kemarin terasa seolah-olah kami tersingkir di babak grup tanpa kemenangan. Padahal, 24 jam kemudian kami berhasil meraih pencapaian terbesar Inggris dalam 60 tahun di Piala Dunia yang digelar di luar kandang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa respons terbaik setelah mengalami kekalahan adalah segera bangkit dan membuktikannya di lapangan.
“Hal terbaik yang bisa dilakukan setelah kekalahan adalah memberikan reaksi melalui kemenangan berikutnya. Dan hari ini para pemain berhasil melakukannya,” tutup Tuchel.(Ikel)











