RagamSulut.co.id – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga pendaki yang mengalami kelelahan dan cedera saat melakukan pendakian di Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (15/6/2026).
Ketiga pendaki tersebut masing-masing Stevani Laindjong (23), Kingly (29), dan Marchel (29). Mereka ditemukan dalam kondisi selamat di Pos 2 Gunung Klabat sekitar pukul 05.20 WITA setelah dilakukan operasi pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR Gabungan.
Humas Basarnas Sulawesi Utara,Nuriadin Gumeleng, mengatakan lokasi penemuan berada sekitar 5,9 kilometer dari Kantor SAR Manado.
“Ketiga survivor ditemukan dalam keadaan selamat di Pos 2 Gunung Klabat. Setelah ditemukan, tim langsung melakukan proses evakuasi menuju titik aman,” ujar Nuriadin.
Proses evakuasi berlangsung lancar meski medan pendakian cukup menantang. Tim SAR Gabungan bergerak cepat untuk memastikan kondisi para korban tetap stabil selama perjalanan turun gunung.
Pada pukul 07.00 WITA, ketiga pendaki berhasil dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dengan berhasil ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai.
“Setelah seluruh survivor berhasil dievakuasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi. Operasi SAR kemudian ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing,” jelasnya.
Operasi SAR ini melibatkan 10 personel Kantor SAR Manado dan 6 personel Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kota Manado.
Dalam pelaksanaannya, tim didukung kendaraan operasional, peralatan komunikasi, perlengkapan medis, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Basarnas Sulawesi Utara mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan efektif.
Di kesempatan yang sama, Basarnas juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pecinta alam dan pendaki gunung, untuk selalu mengutamakan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka.
“Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa perlengkapan pendakian yang memadai, serta memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan selama perjalanan,” imbau Nuriadin.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan Tim SAR Gabungan dalam merespons situasi darurat di wilayah pegunungan, sekaligus mengingatkan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan pendakian guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.(Ikel)











