RagamSulut.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Manado mencatat adanya tren penurunan jumlah penumpang angkutan Lebaran dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, pengelola pelabuhan tetap melakukan peningkatan fasilitas dan digitalisasi layanan guna menjaga kenyamanan pemudik.
General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Arbie, mengungkapkan bahwa karakteristik arus mudik Lebaran di wilayahnya berbeda dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang cenderung mengalami lonjakan signifikan.
“Kalau melihat dari tren dua tahun kemarin, sebenarnya untuk angkutan Lebaran ini menunjukkan tren menurun. Berbeda dengan Nataru yang memang ada kenaikan. Estimasi kami tahun ini tetap di angka sekitar 40.000 penumpang, baik yang berangkat maupun tiba,” ujar Nurlayla, Minggu (15/3/2026).
Meski secara umum tren melandai, Pelindo tetap mewaspadai fluktuasi kecil yang mungkin terjadi. Pihak manajemen memprediksi pergerakan penumpang hanya akan bergerak di rentang 2% hingga 5%, baik itu kenaikan tipis maupun penurunan lanjutan.
“Kalaupun ada kenaikan, mungkin hanya sekitar 2%. Jika turun, range-nya di angka 2 sampai 5%. Jadi memang angka pastinya tetap kami estimasi di kisaran 40.000 penumpang,” tambahnya.
Adapun titik kritis lonjakan penumpang diprediksi akan mulai terlihat pada tanggal 16 dan 17 Maret, dengan puncak arus keberangkatan terjadi pada 18 Maret 2026.(Ikel)












