RagamSulut.co.id – Sebanyak 71 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Utara telah melayani penyaluran Biosolar B50, sebagai bagian dari upaya PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), Rabu (29/7/2026).
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperluas implementasi penyaluran Biosolar B50 di seluruh wilayah operasionalnya secara bertahap. Proses distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan rantai pasok, infrastruktur terminal, serta ketersediaan pasokan di masing-masing wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses transisi energi berjalan lancar tanpa mengganggu kebutuhan energi masyarakat.
Seluruh Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang berada di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah melayani penyaluran Biosolar B50.
Sementara itu, implementasi di Fuel Terminal dan End Terminal terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan operasional dan jadwal suplai. Dengan demikian, seluruh jaringan distribusi di wilayah Sulawesi diharapkan dapat beroperasi secara optimal.
Berdasarkan data hingga 22 Juli 2026, Biosolar B50 telah tersedia di 590 SPBU yang tersebar di enam provinsi di Pulau Sulawesi.
Rinciannya, 280 SPBU di Sulawesi Selatan, 102 SPBU di Sulawesi Tenggara, 76 SPBU di Sulawesi Tengah, 71 SPBU di Sulawesi Utara, 35 SPBU di Sulawesi Barat, dan 26 SPBU di Gorontalo.
Cakupan penyaluran tersebut akan terus bertambah seiring dengan penyelesaian tahapan implementasi di seluruh terminal penyalur.
Dalam proses implementasi Biosolar B50, Pertamina memastikan berbagai aspek operasional telah dipersiapkan, mulai dari kualitas produk, kesiapan sarana dan prasarana, hingga sistem distribusi sesuai dengan standar yang berlaku.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran Biosolar B50 berlangsung aman dan andal serta mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung program transisi energi nasional sekaligus menjaga keandalan layanan distribusi BBM kepada masyarakat.
“Perluasan penyaluran Biosolar B50 terus kami lakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan rantai pasok di setiap wilayah. Pertamina memastikan proses implementasi berjalan sesuai standar operasional sehingga kualitas produk tetap terjaga, distribusi berlangsung lancar, dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Lilik.
Menurutnya, keberhasilan implementasi Biosolar B50 tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan bersama regulator, pemerintah daerah, serta berbagai mitra operasional di lapangan.
“Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Biosolar B50 di Sulawesi. Kami akan terus melakukan monitoring terhadap proses distribusi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama tahapan implementasi berlangsung,” tambah Lilik.
Melalui perluasan penyaluran Biosolar B50, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendukung program transisi energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat, sektor transportasi, industri, maupun pelaku usaha di seluruh wilayah Sulawesi tetap terjaga.
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai produk maupun layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 atau mengakses kanal resmi Pertamina.(Ikel)











