RagamSulut.co.id – Nakhoda Kapal Pengawas Hiu 002 PSDKP, Ruslan Saman, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan patroli pengawasan di Kawasan Larang Ambil (KLA) Kelompok Pengelola Akses Area Perikanan (PAAP) Elang Laut Pulau Kumeke-Nanas, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kamis (21/5/2026).
Patroli tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya masyarakat pengawas kawasan, Dinas Perikanan, aparat keamanan, hingga Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung.
Ruslan mengatakan, PSDKP siap memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi laut dari aktivitas penangkapan ikan ilegal maupun praktik yang merusak ekosistem laut.
“Kami dari PSDKP mendukung kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Untuk kegiatan seperti ini agar ke depan bisa lebih terkoordinasi dengan Pangkalan PSDKP Bitung,” ujarnya.
Selain mendukung patroli pengawasan kawasan konservasi, PSDKP Bitung juga terus mengampanyekan pengurangan sampah plastik di laut, khususnya kepada kapal-kapal nelayan.
“Kami juga dari PSDKP Bitung sedang mengampanyekan sampah plastik di laut. Jadi untuk kapal-kapal nelayan kami terus mengingatkan agar tidak membuang sampah plastik ke laut,” katanya.
Ruslan menilai kawasan konservasi di Pulau Kumeke dan Pulau Nanas memiliki kondisi ekosistem yang cukup baik dan perlu dijaga bersama, termasuk dengan melarang aktivitas kapal nelayan yang melego jangkar di area konservasi.
Menurutnya, aktivitas pelemparan jangkar dapat merusak terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi biota laut.
“Daerah konservasi di sini memang bagus. Karena itu aktivitas lego jangkar di kawasan konservasi harus dicegah, sebab jangkar bisa merusak terumbu karang di bawah laut,” jelasnya.
Ia juga berharap pengawasan kawasan konservasi laut tidak hanya dilakukan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tetapi diperluas hingga wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melalui koordinasi lintas daerah bersama PSDKP Bitung.
“Ke depan kegiatan seperti ini perlu lebih dikembangkan dan terkoordinasi, bukan hanya di Boltim tetapi juga wilayah Bolsel agar pengawasan sumber daya laut bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.(Ikel)












