BeritaEkonomi

DEM Sulut Tegaskan Peran Mahasiswa Kawal Transisi Energi di Sulawesi Utara

×

DEM Sulut Tegaskan Peran Mahasiswa Kawal Transisi Energi di Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id— Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara (DEM Sulut) menegaskan komitmennya menjadikan gerakan mahasiswa sebagai bagian penting dalam mengawal transisi energi di Sulawesi Utara.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Renewable Energy Forum (REF) 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus momentum memperkuat posisi mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki tanggung jawab intelektual dalam mengawal arah transisi energi daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan bahwa transisi energi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan daerah.

Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki potensi energi terbarukan yang besar dan perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Potensi energi terbarukan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan energi, tetapi juga berkaitan erat dengan pembangunan daerah, ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Mailangkay.

Ia juga menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam perjalanan transisi energi.

“Kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, masyarakat, dan generasi muda sangat penting agar pengembangan energi terbarukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Utara,” tegasnya.

SDM Jadi Kunci Pengembangan Panas Bumi

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Andi Joko Nugroho, menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam sektor energi panas bumi.

Menurutnya, pengembangan panas bumi tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan teknologi. Kualitas SDM menjadi faktor penting dalam memastikan industri panas bumi dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Investasi dan teknologi memang penting, namun kunci utama pengembangan panas bumi terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Kita perlu mencetak SDM yang benar-benar memahami industri panas bumi beserta seluruh ekosistem pendukungnya secara utuh,” ujar Andi.

Andi juga mengapresiasi ruang kolaborasi yang dibangun DEM Sulut bersama PGE melalui peluncuran program Geothermal Energy Future Feast (GEFF) 2026.

Program tersebut dinilai menjadi sarana untuk memperkenalkan dunia panas bumi kepada mahasiswa secara lebih dekat, mulai dari proses pengembangan, teknologi, tantangan hingga manfaat sosial dan ekonominya.

Transisi Energi Harus Jadi Gerakan Bersama

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Norman Ginting, menegaskan bahwa transisi energi tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun industri.

“Transisi energi tidak dapat berjalan hanya melalui kebijakan pemerintah atau investasi industri. Kita membutuhkan ekosistem solid yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan generasi muda,” kata Norman.

Ia menyebut Sulawesi Utara memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi terbarukan, terutama panas bumi. Karena itu, keterlibatan generasi muda perlu diperkuat melalui pendidikan, kajian ilmiah dan kolaborasi produktif.

DEM Sulut Dorong Mahasiswa Jadi Bagian dari Solusi

Ketua Umum DEM Sulut, Ariyanto Magenda, mengatakan mahasiswa harus mengambil peran lebih aktif dalam agenda transisi energi dan tidak hanya menjadi penonton.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki ruang untuk belajar, melakukan kajian serta membangun gagasan mengenai masa depan energi terbarukan di Sulawesi Utara.

“Kami ingin memastikan bahwa suara mahasiswa dalam isu energi bukan hanya suara kritik, tetapi juga suara yang menawarkan pengetahuan, gagasan, solusi, dan kolaborasi. Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi untuk mengawal masa depan energi Sulawesi Utara,” jelas Ariyanto.

Ia menambahkan, peran mahasiswa dalam isu energi harus bertransformasi dari sekadar menyampaikan kritik menjadi kelompok yang mampu membaca persoalan secara komprehensif, mengawal kebijakan, melakukan kajian dan menawarkan solusi konkret.

Peluncuran GEFF 2026, kata Ariyanto, menjadi salah satu wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mengawal pembangunan energi panas bumi di Sulawesi Utara bersama PGE Area Lahendong.

Program tersebut dirancang sebagai agenda tahunan berkelanjutan untuk mendekatkan isu panas bumi kepada generasi muda Sulawesi Utara. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman mengenai potensi, teknologi, kebijakan, lingkungan, aspek sosial hingga ekonomi panas bumi.

“Panas bumi tidak cukup hanya dipromosikan sebagai energi bersih. Pengembangannya harus terus dikawal dan dipastikan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” tambah Ariyanto.

PGE Lahendong Sambut Kolaborasi dengan Mahasiswa

General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Yanuaris Dwi Cahyono, menyambut baik inisiatif DEM Sulut tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan industri memiliki arti penting untuk membangun pemahaman generasi muda mengenai sektor panas bumi di Sulawesi Utara.

“Kami menyambut baik program Geothermal Energy Future Feast 2026. Kami melihat program ini sebagai instrumen jangka panjang DEM Sulut bersama PGE Area Lahendong untuk mencetak generasi muda yang memahami panas bumi sekaligus memiliki keberanian untuk mengawal arah pengembangannya,” ujar Yanuaris.

Ia menilai keterlibatan mahasiswa perlu terus diperkuat melalui ruang pembelajaran yang mempertemukan teori akademik dengan pengalaman praktis di industri.

“Lahendong memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan panas bumi. Pengalaman tersebut sangat penting untuk dibagikan kepada mahasiswa agar mereka dapat memahami secara langsung bagaimana panas bumi dikembangkan dan berkontribusi terhadap kebutuhan energi Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Yanuaris berharap kolaborasi antara DEM Sulut dan PGE Area Lahendong dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang sekaligus memperkuat ekosistem energi terbarukan di Sulawesi Utara.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *