RagamSulut.co.id – Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa keberhasilan La Roja menembus babak semifinal Piala Dunia 2026 merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemain, bukan hanya ditentukan oleh individu yang mencetak gol.
Spanyol memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026).
Fabian Ruiz membawa Spanyol unggul pada menit ke-30 sebelum Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan untuk Belgia. Mikel Merino kemudian menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol penentu pada menit ke-88.
Dilansir dari Chanel FIFA, Keputusan De la Fuente mencadangkan Pedri dan memainkan Fabian Ruiz sejak menit awal terbukti membuahkan hasil. Fabian berhasil mencetak gol pembuka, sementara Mikel Merino yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan.
Meski demikian, De la Fuente menolak menganggap kemenangan tersebut sebagai hasil dari keputusan individu semata. Menurutnya, seluruh pemain memiliki peran yang sama penting dalam kesuksesan tim.
“Yang paling utama ingin saya tegaskan adalah kolektivitas tim. Bagi saya, siapa yang bermain lebih lama dalam pertandingan tidaklah penting. Setiap pemain memiliki tanggung jawab dan tugas masing-masing, dan mereka menjalankannya dengan sangat baik,” ujar De la Fuente.
Ia menegaskan bahwa dalam filosofi permainan yang diterapkannya, pemain yang tampil sejak menit pertama memiliki nilai yang sama dengan pemain yang baru masuk pada menit-menit akhir pertandingan.
“Dalam pandangan kami mengenai strategi, tidak ada perbedaan apakah Anda bermain sejak awal atau hanya lima menit terakhir seperti yang dilakukan Mikel Merino hari ini. Semuanya sama pentingnya,” katanya.
De la Fuente juga menjelaskan alasan mencadangkan Pedri pada laga tersebut. Menurutnya, keputusan itu diambil untuk memberikan dimensi permainan yang berbeda melalui Fabian Ruiz sebelum memanfaatkan kreativitas Pedri pada fase akhir pertandingan.
“Kami ingin memberikan warna berbeda pada tim melalui kontribusi kesegaran dari Fabian, seorang pemain luar biasa. Setelah Fabian bekerja keras, kami memahami Pedri bisa memanfaatkan situasi dengan visi bermainnya yang sangat baik,” jelasnya.
Strategi tersebut, lanjut De la Fuente, terbukti efektif. Pada sekitar 25 menit terakhir pertandingan, Spanyol mampu menguasai jalannya laga dan menekan Belgia hingga bertahan di area pertahanan sendiri.
“Ini adalah kerja tim. Siapa yang menjadi starter tidak lebih penting daripada yang lain. Semua pemain penting, bahkan mereka yang tidak mendapatkan kesempatan bermain,” tegasnya.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat memberikan kesempatan bermain kepada lebih banyak pemain akibat ketatnya jalannya pertandingan.
“Saya meminta maaf karena tidak memiliki kesempatan melakukan lebih banyak pergantian pemain. Namun kami senang bisa melangkah sejauh ini, meski kami masih menginginkan lebih,” tutup De la Fuente.
Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. La Roja kini tinggal selangkah lagi untuk kembali tampil di partai puncak turnamen sepak bola terbesar dunia.(Ikel)











