RagamSulut.co.id– Polda Sulawesi Utara melakukan pemantauan melalui udara di kawasan Gunung Soputan untuk memastikan kondisi pascakebakaran yang sebelumnya dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.
Pemantauan dilakukan atas perintah Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harrie Langie. Dari hasil pemantauan, secara umum kondisi kebakaran di kawasan Gunung Soputan telah mereda. Namun, masih terlihat sisa asap dan bekas kebakaran di sejumlah titik, khususnya di kawasan punggung puncak.
Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol. Ferry Raymond Ukoli mengatakan pemantauan udara dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus memastikan titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Secara umum, api sudah reda. Namun masih ada sisa-sisa asap dan sisa-sisa kebakaran, terutama di punggung puncak,” ujar Ferry.
Dalam perjalanan kembali dari kawasan Gunung Soputan, tim juga mendeteksi adanya dua titik yang terlihat seperti api di sekitar wilayah Desa Ranoketang.
Temuan tersebut akan segera dilaporkan kepada Kapolres setempat untuk dilakukan pengecekan langsung di lapangan dan memastikan koordinat titik api tersebut.
“Setelah kami pulang, mendekati suatu desa, Desa Ranoketang, masih ada dua titik yang terlihat seperti ada api. Itu nanti akan segera kami sampaikan kepada Bapak Kapolres untuk dicek koordinatnya,” jelasnya.
Sementara itu, dari hasil pemantauan udara, sejumlah unsur satuan tugas juga terlihat telah berada di kawasan yang menjadi titik rawan kebakaran. Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur BNPB, Brimob, Polres, Samapta, serta TNI.
Keberadaan personel gabungan tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi kebakaran kembali terjadi sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api baru.
“Di situ sudah kita lihat satuan tugas. Ada mobil BNPB, dari Kepolisian ada Brimob, Polres, Samapta, dengan TNI. Itu sudah terlihat dari pemantauan kami tadi,” ungkap Ferry.
Menurutnya, secara umum kondisi kebakaran di kawasan Gunung Soputan saat ini sudah mereda. Namun, upaya penanganan tidak berhenti pada pemadaman api.
Polda Sulut bersama TNI dan instansi terkait akan terus melakukan langkah penanggulangan, termasuk penanganan pascakebakaran dan pencegahan agar api tidak kembali muncul.
Selain itu, langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat juga akan diperkuat.
Ferry mengatakan jajaran Binmas dan Bhabinkamtibmas akan digerakkan untuk berkoordinasi dengan Babinsa dalam memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah rawan kebakaran.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat munculnya api.
“Imbauan sangat diperlukan. Kami akan menggerakkan Binmas, Bhabinkamtibmas, berkoordinasi dengan Babinsa untuk mengimbau masyarakat agar tidak membakar ataupun membuang puntung rokok sembarangan. Karena kondisi panas bisa menjadi sumber kebakaran,” tegas Ferry.
Polda Sulut mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan.
Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas serta melindungi lingkungan dan permukiman warga dari ancaman kebakaran.(Ikel)











