RagamSulut.co.id – Wali Kota Manado Andrei Angouw mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026 dan berpotensi berlanjut hingga awal 2027, Selasa (4/8/2026).
Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya angka kejadian kebakaran di Kota Manado dalam beberapa bulan terakhir. Andrei menyebut, sepanjang Juli 2026 tercatat sebanyak 61 kejadian kebakaran, dengan banyak kasus terjadi pada lahan alang-alang.
“Untuk kebakaran di Kota Manado saja, bulan Juli itu ada 61. Banyak itu alang-alang. Bulan Juni itu tiga, bulan Juli 61, dan bulan Agustus sampai tanggal 4 pagi ini sudah 11,” ujar Andrei.
Menurutnya, peningkatan kasus kebakaran tersebut menjadi salah satu dampak yang harus diantisipasi di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi El Niño merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat. Karena itu, seluruh komponen pemerintahan diminta bergerak bersama untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi dampak yang dapat terjadi.
“Ini instruksi dari Pak Presiden. Menghadapi El Niño ini akan ada kekeringan dan sebagainya. Tentu kita harus mengantisipasi. Kita harus memitigasi apa yang akan terjadi,” katanya.
Andrei menjelaskan, dampak El Niño tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Kekeringan juga dapat memicu berbagai persoalan lain, mulai dari bencana, berkurangnya produksi pangan, hingga gangguan terhadap kehidupan masyarakat.
“Kekeringan itu bisa kebakaran, bencana, bisa masalah pangan karena produksi pangan pasti akan berkurang. Semua itu harus kita antisipasi,” tegasnya.
Pemerintah Kota Manado, lanjut Andrei, telah melakukan sejumlah langkah persiapan. Salah satunya melalui apel bersama untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia serta berbagai peralatan dalam menghadapi potensi bencana.
“Kita sudah apel bersama, kita menyiapkan semua sumber daya kita, sumber daya orang, sumber daya peralatan, dan sebagainya,” ungkapnya.
Namun, Andrei mengingatkan bahwa ancaman El Niño masih panjang. Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun dan kemungkinan berlanjut hingga awal tahun depan.
“El Niño ini akan sampai akhir tahun, mungkin awal tahun depan. Jadi ini boleh dibilang baru permulaan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak lengah dan bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, upaya menghadapi dampak El Niño membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Apel ini juga menekankan kegotongroyongan antar kita aparat pemerintah dan juga dengan masyarakat. Sama-sama kita bergotong royong,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid menegaskan pentingnya sinergi lintas pemerintahan dalam menghadapi dampak El Niño.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado serta Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara yang wilayahnya berada dalam cakupan hukum Polresta Manado.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, yang mana tiga pemerintahan daerah ini masuk dalam wilayah hukum Polresta Manado,” ujar Irham.
Menurutnya, koordinasi yang telah terbangun melalui Apel Gelar Pasukan harus terus diperkuat. Seluruh unsur terkait diminta berada dalam kondisi siaga menghadapi berbagai potensi bencana yang ditimbulkan oleh El Niño.
“Kita bersinergi, koordinasi yang sudah terbangun saat ini melalui Apel Gelar Pasukan. Harapan kita adalah bagaimana sama-sama kita siaga untuk menghadapi dampak daripada El Niño,” jelasnya.
Irham juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana. Ia menegaskan, penanganan dampak El Niño bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
“Kita berharap masyarakat juga ada kepedulian. Di samping pemerintah daerah, semua komponen masyarakat juga mengambil bagian untuk melakukan upaya ataupun mitigasi terhadap bencana El Niño yang berada di wilayah Kota Manado,” katanya.
Ia optimistis berbagai tantangan akibat El Niño dapat dilewati apabila seluruh pihak menjaga sinergi dan bekerja bersama.
“Tentu saja dengan kebersamaan, kita akan bisa melalui masalah badai El Niño ini,” pungkasnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.(Ikel)











