RagamSulut.co.id– Didier Deschamps resmi mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai pelatih Tim Nasional Prancis usai laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Meski Les Bleus harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6, Minggu (19/7/2026), Deschamps menutup masa baktinya dengan penuh rasa bangga dan haru.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Deschamps mengakui hasil tersebut mengecewakan. Menurutnya, penampilan Prancis pada babak pertama jauh dari harapan sehingga membuat timnya tertinggal.
“Hari ini adalah hari yang sangat khusus. Tentu kami ingin mengakhiri turnamen di peringkat ketiga, tetapi kami tidak berhasil setelah babak pertama yang sangat buruk. Kami bahkan bisa saja kebobolan lebih banyak, meski tetap memiliki beberapa peluang,” ujar Deschamps.
Pelatih berusia 57 tahun itu mengungkapkan sempat meluapkan emosinya kepada para pemain saat turun minum. Namun, ia memuji respons anak asuhnya yang menunjukkan karakter kuat pada babak kedua.
“Kami bermain dengan harga diri, kebanggaan, dan karakter. Saat skor menjadi 4-3, kami memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, tetapi akhirnya tidak berhasil. Meski begitu, babak kedua menunjukkan wajah sebenarnya dari tim Prancis, tim yang mampu menciptakan peluang dan mencetak gol sepanjang Piala Dunia ini,” katanya.
Deschamps juga mengakui bahwa kekalahan di semifinal masih membekas dalam pikirannya. Namun, ia menerima kenyataan bahwa lawan tampil lebih baik.
“Saya mengucapkan selamat kepada tim yang memang bermain lebih baik dari kami. Itulah sepak bola,” ucapnya.
Di tengah momen perpisahan, Deschamps mengaku sangat tersentuh oleh banyaknya pesan dukungan yang diterimanya, terutama dari para mantan pemain Timnas Prancis.
“Saya menerima begitu banyak pesan yang sangat indah. Saya tidak akan menangis di depan kalian, meskipun saya bisa saja melakukannya. Pesan-pesan itu sangat menyentuh hati saya,” ungkapnya.
Mantan kapten Timnas Prancis itu menegaskan, sejak pertama kali menangani Les Bleus pada 2012, ia selalu menempatkan kepentingan tim nasional di atas segalanya.
“Saya mengakhiri ini dengan mengatakan kepada para pemain bahwa mereka boleh bermain di klub-klub terbesar di dunia, tetapi tidak ada yang lebih besar daripada mengenakan jersey Tim Nasional Prancis,” tegas Deschamps.
Ia juga merasa bangga karena bersama staf kepelatihannya mampu menjaga Prancis tetap berada di jajaran tim terbaik dunia selama bertahun-tahun, meski tidak selalu berakhir dengan gelar juara.
Deschamps optimistis masa depan Prancis tetap cerah berkat hadirnya banyak pemain muda berbakat yang tampil di Piala Dunia 2026.
“Kami memiliki fondasi yang sangat baik. Ini adalah Piala Dunia pertama bagi banyak pemain muda dan saya yakin mereka akan terus berkembang. Saya mendoakan yang terbaik bagi mereka dan bagi Tim Nasional Prancis agar terus meraih kesuksesan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Deschamps mengaku menikmati setiap momen selama menangani Les Bleus dan merasa telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya.
“Saya merasa telah memberikan begitu banyak. Saya benar-benar menikmati setiap momen bersama mereka. Itu benar-benar sebuah kebahagiaan murni. Dan… ya begitulah. Sudah selesai,” tutup Didier Deschamps.(Ikel)











