RagamSulut.co.id – Kapten Swiss, Granit Xhaka, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya harus mengakhiri langkah di Piala Dunia 2026 usai kalah 1-3 dari Argentina pada laga perempat final yang berlangsung di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026).
Swiss sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Namun, Argentina akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10, Julián Álvarez pada menit ke-112, dan Lautaro Martínez pada menit 120+1.
Satu-satunya gol Swiss dicetak Dan Ndoye pada menit ke-67.
Usai laga, Xhaka menilai Swiss tampil lebih dominan dalam sebagian besar pertandingan. Menurutnya, timnya mampu bangkit setelah kebobolan lebih dulu dan menunjukkan mentalitas yang kuat.
“Kami bermain lebih baik, ada lebih banyak energi di dalam tim, dan mentalitas yang lebih kuat. Namun, sayangnya begitulah sepak bola. Sebuah keputusan besar kemudian mengubah permainan sepenuhnya. Dan ya, ini sangat menyakitkan,” kata Xhaka.
Gelandang berpengalaman itu mengatakan Swiss sebenarnya memulai pertandingan dengan baik, meski harus kebobolan melalui situasi bola mati.
“Saya rasa kami memulai pertandingan dengan baik. Kami kebobolan lewat tendangan sudut, tetapi setelah itu, menurut pendapat saya, Anda hanya melihat Swiss yang bermain. Kami menguasai bola. Kami memang tidak menciptakan banyak peluang di babak pertama, tetapi mereka juga tidak memiliki peluang lain selain gol dari tendangan sudut itu,” ujarnya.
Xhaka menilai babak kedua sepenuhnya menjadi milik Swiss. Timnya mulai berani mengambil risiko, berhasil menyamakan kedudukan, dan semakin percaya diri untuk menekan Argentina.
“Babak kedua adalah permainan kami. Kami tahu bahwa langkah demi langkah kami bisa mengambil risiko yang lebih besar. Kami melakukannya, kami mencetak gol, dan di lapangan kami merasa sangat baik. Keyakinan kami juga semakin kuat,” jelasnya.
Namun, menurut Xhaka, kartu merah yang diterima Swiss menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan hingga akhirnya Argentina mampu mengamankan kemenangan di babak tambahan waktu.
“Saya rasa kartu merah mengubah permainan kami. Rencana permainan yang kami miliki sejak awal sebenarnya berjalan sangat positif. Jika Anda harus kalah karena satu keputusan dari wasit, tentu itu sangat menyakitkan,” ungkapnya.
Meski kecewa, Xhaka mengaku tetap menghormati keputusan wasit, walaupun sulit diterima setelah pertandingan usai.
“Itu adalah keputusannya. Sangat sulit menerimanya sekarang setelah pertandingan selesai karena suasana di ruang ganti sangat sunyi dan penuh kekecewaan. Tetapi jika Anda merasa sangat kecewa setelah melawan tim seperti Argentina, itu menunjukkan mentalitas besar yang dimiliki tim ini,” tutup Xhaka.(Ikel)











