Ekonomi

Ekspor Sulut Tembus Rp5,31 Triliun pada Triwulan I-2026, Belanda Jadi Tujuan Utama

×

Ekspor Sulut Tembus Rp5,31 Triliun pada Triwulan I-2026, Belanda Jadi Tujuan Utama

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara pada periode Januari-Maret 2026 mencapai US$302,88 juta atau sekitar Rp5,31 triliun.

Angka tersebut meningkat 7,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengatakan peningkatan ekspor menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Sulawesi Utara masih tumbuh positif di tengah dinamika ekonomi global.

“Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara Januari-Maret 2026 mencapai US$302,88 juta atau sekitar Rp5,31 triliun, naik 7,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2025,” ujar Watekhi, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, nilai impor Sulawesi Utara pada periode yang sama tercatat sebesar US$35,31 juta atau sekitar Rp618,77 miliar. Nilai tersebut naik 6,63 persen dibanding Januari-Maret 2025.

Dari sisi komoditas ekspor, produk lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulut.

Nilainya mencapai US$222,29 juta atau sekitar Rp3,90 triliun, meningkat 10,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komoditas tersebut terus mendominasi perdagangan ekspor Sulawesi Utara dan menjadi penopang utama kinerja perdagangan daerah.

Sedangkan untuk impor, komoditas terbesar masih berasal dari kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai mencapai US$21,66 juta atau sekitar Rp379,57 miliar.

Namun nilai impor komoditas ini tercatat turun 12,11 persen dibanding periode Januari-Maret 2025.

BPS Sulut juga mencatat Belanda menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara pada Januari-Maret 2026 dengan nilai mencapai US$58,95 juta atau sekitar Rp1,03 triliun.

Nilai tersebut melonjak 91,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara Malaysia menjadi negara asal impor terbesar Sulawesi Utara dengan nilai mencapai US$15,39 juta atau sekitar Rp269,69 miliar.

Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 35,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Data BPS menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Utara pada awal 2026 masih mengalami pertumbuhan positif, terutama ditopang sektor ekspor komoditas unggulan berbasis hasil perkebunan dan industri pengolahan.(Ikel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *