RagamSulut.co.id – Persoalan limbah makanan yang sempat memicu ketegangan antara warga dan pihak SPPG Tumumpa 2 akhirnya berakhir damai. Warga Tumumpa, Nurmiati Manurung, bersama pihak SPPG sepakat mencari solusi melalui pemasangan pipa saluran limbah guna mencegah masalah serupa terulang kembali, Selasa (12/5/2026).
Kesepakatan damai tersebut tercapai setelah dilakukan diskusi bersama di Kepolisian Sektor Tuminting dan di Kantor SPPG Tumumpa 2.
Nurmiati berharap ke depan pihak SPPG lebih mengutamakan kebersihan, terutama dalam penanganan limbah makanan agar tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
“Kedepannya saya berharap SPPG ini mengutamakan kebersihan terlebih khusus soal penanganan limbah makanan,” ujarnya.
Ia juga meminta agar persoalan limbah benar-benar menjadi perhatian serius sehingga tidak lagi menimbulkan keluhan dari masyarakat.
“Kedepannya jangan ada lagi limbah-limbah ini, perhatikanlah untuk masalah limbah ini,” tambahnya.
Selain itu, Nurmiati meminta janji pemasangan pipa saluran limbah yang telah disepakati dapat segera direalisasikan.
“Terus untuk pemasangan pipa untuk saluran limbah yang sudah dijanjikan tolong direalisasikan,” katanya.
Nurmiati menjelaskan, persoalan limbah tersebut sebenarnya sudah pernah dilaporkan sekitar dua bulan lalu. Saat itu, pihak terkait langsung melakukan penanganan dengan membersihkan serta menyiram saluran limbah.
“Memang betul langsung ditangani, langsung ada penyiraman saluran limbah,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat mengingatkan aparat keamanan yang berjaga di SPPG agar limbah tidak lagi dibuang ke saluran yang telah dibersihkan. Namun menurutnya, persoalan tersebut kembali terulang sehingga dirinya bersama sang suami datang melakukan protes.
“Kami sesak napas, karena harus mencium aroma limbah ini,” ujarnya.
Situasi sempat memanas dan terjadi perdebatan dengan petugas SPPG. Bahkan Nurmiati sempat mengunggah video kejadian tersebut ke media sosial hingga menjadi perhatian publik.
Namun setelah dilakukan mediasi dan diskusi di Polsek Tuminting, persoalan akhirnya diselesaikan secara damai dan video tersebut telah dihapus.
Penyelesaian ini diharapkan menjadi langkah positif bagi semua pihak untuk menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Kesepakatan damai juga menjadi bukti bahwa persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui dialog, komunikasi, dan semangat mencari solusi bersama.(Ikel)












