RagamSulut.co.id — Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terus mendorong implementasi ekonomi biru sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry, menegaskan bahwa kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan pemanfaatan sumber daya laut yang terukur dan berkelanjutan, Minggu (26/4/2026).
“Nelayan kecil harus mendapatkan manfaat dari ekonomi biru yang berkelanjutan. Salah satu kebijakan KKP adalah penangkapan ikan berbasis kuota, serta strategi melalui program Kampung Nelayan Modern (Kalamo),” ujarnya.
Program Kampung Nelayan Modern telah mulai diterapkan di sejumlah daerah, termasuk di Sulawesi Selatan. Sementara itu, di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 42 lokasi telah diusulkan untuk pengembangan program serupa.
Menurut Hendra, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas nelayan dalam mengelola usaha dan mengolah hasil tangkapan agar memiliki nilai tambah.
“Ini adalah upaya peningkatan infrastruktur kawasan sekaligus meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola dan mengolah hasil tangkapan,” jelasnya.
Selain itu, KKP juga berupaya menghubungkan nelayan dengan pembeli atau offtaker guna memastikan keberlanjutan usaha. Skema ini dinilai penting agar rantai produksi dari hasil tangkapan hingga pemasaran dapat berjalan efektif.
Secara nasional, KKP telah menuntaskan target pembangunan 100 kampung nelayan modern pada tahun 2025. Pada tahun 2026, target tersebut meningkat signifikan menjadi 1.000 kampung nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah berharap terjadi transformasi kawasan nelayan menjadi lebih tertata, bersih, dan higienis, sekaligus memiliki sistem produksi yang terjamin.
Di sisi lain, KKP juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung kualitas hasil perikanan. Salah satunya adalah penggunaan teknologi slurry ice, yaitu es berbahan dasar air laut dalam bentuk cair yang mampu mendinginkan ikan lebih cepat dan menjaga kesegarannya lebih lama.
“Teknologi ini memastikan ikan tetap segar dan higienis saat proses pelelangan,” tambah Hendra.(Ikel)












