Hukum & Kriminal

Maudy Manoppo Bongkar Dugaan Keterlibatan Internal BPMS dalam Laporan Rp5,2 Miliar GMIM

×

Maudy Manoppo Bongkar Dugaan Keterlibatan Internal BPMS dalam Laporan Rp5,2 Miliar GMIM

Sebarkan artikel ini

RagamSulut.co.id – Kasus dugaan penggelapan dana sebesar Rp5,2 miliar di tubuh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM terus menjadi sorotan publik. Pelapor kasus tersebut, Maudy Manoppo, akhirnya angkat bicara dan membeberkan fakta baru terkait proses pelaporan ke Polda Sulawesi Utara.

Dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (30/5/2026), Maudy menegaskan bahwa laporan yang ia buat bukan atas inisiatif pribadi maupun karena didukung pihak tertentu, melainkan berdasarkan dokumen dan informasi yang diberikan langsung oleh oknum internal BPMS sendiri

“Saya tidak ada di-backing oleh Ketua Sinode. Ini datanya, ini buktinya bahwa beliau yang menyampaikan semua dokumen untuk pelaporan dana Rp5,2 miliar itu,” ujar Maudy sambil menunjukkan sejumlah dokumen kepada wartawan.

Maudy menjelaskan, komunikasi terkait laporan tersebut terjadi pada 30 Januari 2026 saat salah satu pihak yang dimaksud sedang berada di Merauke untuk mengikuti kegiatan PGI.

Dalam percakapan tersebut, dirinya diminta untuk memastikan apakah data yang dimiliki sudah cukup untuk dijadikan dasar laporan polisi.

“Beliau sampaikan, coba tanyakan kalau data ini cukup untuk menjadi dokumen dalam rangka pembuatan laporan polisi kasus Rp5,2 miliar ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Maudy juga mengungkapkan bahwa ada lebih dari satu anggota BPMS yang memberikan dokumen terkait kasus tersebut.

“Ada lagi satu anggota BPMS yang lain yang sampaikan ke saya. Paling tidak mereka tahu bahwa laporan Rp5,2 miliar itu diketahui oleh BPMS dan mereka yang memberikan dokumen-dokumen untuk dasar pelaporan ke kepolisian,” lanjutnya.

Menurut Maudy, dirinya hanya merespons ajakan untuk membantu mengembalikan dana milik GMIM yang diduga bermasalah. Ia mengaku terpanggil sebagai jemaat untuk ikut mendukung upaya pembenahan di internal gereja.

“Yang saya dengar hanya bagaimana berusaha mengembalikan uang Rp5,2 miliar milik GMIM. Itu yang saya tindak lanjuti dan saya respon positif,” katanya.

Di akhir keterangannya, Maudy meminta semua pihak yang terkait untuk bersikap jujur dan terbuka agar kasus tersebut dapat diungkap secara terang-benderang.

“Jujur itu yang paling penting. Torang cuma jemaat biasa, cuma terpanggil untuk ikut mendukung pembenahan,” pungkas Maudy.(Ikel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *